Wajibnya Mencari Ilmu bagi Seorang Muslim.
Kita sebagai umat islam maka sepatutnya mengkaji pedoman islam,
jika kita ingin memahami islam, pedoman
umat islam tidak lain adalah kitab susi al-qur’an dan sunnah rosulluloh SAW.
Maka dalam islam di katakan “Tolabi ilmi
faridhotun ngala kulli muslim” artinya bahwa mencari ilmu kewajiban bagi
orang muslim,atau long live education. Pentingnya belajar dalam islam, sehingga
keluarlah fatwa yang mengatakan al ilmu kobla amal, ilmu itu sebelum amal
artinya sebaiknya ilmu itu di pelajari sebelum mengamalkan, sehingga seseorang
mengamalkan berdasarkan ilmu yang di pelajarinya. Hal ini penting sehingga
seseorang beribadah tidak “ruboh kedang” artinya beribadah ikut-ikutan,
sehingga seseorang ibadah tidak katanya dan katanya, bahkan ada pengertian
beramal tanpa belajar ilmu dulu namanya taklit, suatu amalan yang kurang
afdhol. Dan ilmu itu untuk mempedomani dalam kehidupan seseorang, mana yang di
perbolehkan oleh islam mana yang di larang oleh islam, mana amalan yang pernah
di contohkan rosul mana pula amalan yang tidak di sukai rosul. Sehingga
seseorang bisa ibadah dengan keyakinan yang mantap sesuai yang di pedomani. Ilmu
juga menentukan kehidupan di akerot nanti, apakah seseorang ibanah sudah sesuai
kitab suci atau sudah sesuai contoh rosul atau belum sama sekali. Itu juga bisa
dilihat dari ilmunya yang telah dia yakini, walaupun amalan yang diterima atau
tidak itu adalah hak prerogatif alloh.Ilmu ini tetap sangat penting , karena
dengan ilmu akan bisa membimbing kita
dalamn mencari maisya kehidupan dunia maupun akherat, maka ada dalil yang
mengatakan jika kamu menghendaki keduniaan maka kalian belajarlah ilmu
keduaniaan dan apabila kamu menginginkan akerot maka kalian belajarlah ilmu
agama, dan jika ingin kedua-duanya dunia
dan akherot maka belajarlah kedua-duanya.
Ilmu itu adalah Gaiden untuk Ibadah
Seorang hamba alloh sebaiknya memahami tentang sebuah
kehidupan, dari mana seorang makluk diciptakan, siapa yang menciptakan untuk
apa di ciptakan dan kemana setelah kematian. Alloh berfirman wama kholaqo minal
jinna wal insa illa liya’budunii, tuhan tidak menciptakan jin dan manusia
kecuali untuk beribadah kepadaNya. So tujuan alloh menciptakan jin dan manusia
agar beribadah, kalau bicara ibadah adalah manembah kepada alloh, mengikuti
petunjukNya, mengikuti perintah alloh, menjahui larangan alloh, mempercayai
cerita alloh, agar hamba itu menjadi orang yang baik, baik pada dirinya,
keluarganya, lingkungannya, bangsa dan negaranya, agar hidup mulya di dunia
kelak di akherot mendapat istana.Jadi tugas seorang hamba hanya amal sholeh, mencari ridhoNya semata,
karena bersyukur atas nikmat alloh, dari nikmat sehat, memanfaatkan udara,
panas matahari, bulan, hujan, potensi alam, bernapas, bebas melihat
pemandangan, itu semua kebesaran alloh untuk memcukupi kebutuhan hambanya. Selayaknya
orang-orang iman selalu bersyukur kepada
alloh karena mereka-mereka mendapat perlindunganNya, keselamtanNya, maka
konsekwensinya manusia harus sholeh dan sholihat, apa yang harus dilakukan orang
yang sholeh? Yang harus dilakukan adalah berfikir yang baik dan positif, tingkah laku sesuai
gelar yang di sandang, orang iman berbuat yang sholeh, sehingga menghasilkan
sebuah kehidapan sejuk indah dan damai, menjadi sebuah keluarga yang syakinah, mawaddah warohmah .
Kesolehan seseorang adalah cerminan
dari keimanan, keimanan adalah cahaya firman alloh yang setiap saat di ucapkan,
dilafatkan di pahami dan diamalkan, maka sebagai outputnya adalah kebaikan,
baik untuk dirinya, baik untuk sesama manusia, alam semesta bahkan untuk
tuhannya, karena ketika seseorang hamba berbuat baik Tuhan juga meridhoinya,
dan sebaliknya ketika manusia jahat maka Alloh juga akan mengutuk dan
memurkainya. Salah satu cara agar manusia menjadi baik dan sholeh maka menuntut
ilmu salah satu caranya, maka tidak
berkelebihan jika kita berpedoman tolabi ilmi faridhotun ngala kulli
muslim, yang artinya mencari ilmu merupakan kewajiban orang islam, dengan ilmu
seseorang bisa mengerjakan sesuatu yang di inginkan, segala sesuatu ada ilmunya,
jika ingin menjadi pengacara,
fakultas hukum tempat kuliahnya, jika ingin menjadi guru matematika fakultas
mipa pilihannya, jika ingin menjadi dokter fakultas kedokteran masuknya, jika
ingin menjadi bisnismen harus belajar di fakultas ekonomi dan sebagainya.
Singkat kata jika ingin menguasai dunia, belajarlah ilmu dunia jika ingin
akerat belajarlah ilmu akerot, jika ingi dunia dan akerot belajarlah
kedua-duanya. Maka ilmu sangat penting
untuk di dapatkan, ilmu itu mudah bisa membaca buku, mendengarkan, melihat
langgsung atau mengikuti pendidikan formal.
Manusia makluk yang sempurna di
bandingkan makluk lainnya, maka dalam surat thin laqod kholaqna insana fi
ahsanin taqwim, artinya sungguh telah alloh menciptakan manusia suatu ciptaan
yang sempurna, karena apa tuhan mengatakan demikian , karena manusia di beri
akal, pikiran, rasa dan karsa, dengan akalnya manusia bisa mengatur planet
bumi, dengan akalnya manusia bisa menciptakan kapal terbang, dengan akalnya
manusia bisa menciptakan komputer, dengan aklnya manusia bisa menciptakan mecin
yang tercanggih, hanya manusia tidak dapat menciptakan manusia, kecuali
alloh. menurut Dengan ilmu manusia
mendapat kemudahan yang sulit bisa menjadi mudah karena juga ilmu, contoh tanpa
ilmu orang tidak akan bisa memasak dengan macam-macam jenisnya, tanpa ilmu
pekerjaan akan menjadi berat, tanpa ilmu kita tidak akan bisa naik pesawat,
maka pepatah mengatakan carilah ilmu walaupun ke negeri cina, karena ilmu
sangat penting, tanpa ilmu kehidupan gelap dan buta, tetapi yang lebih penting
ilmu itu di amalkan, gambarannya ilmu tanpa diamalkan bagaikan pohon yang tidak
ada buahnya. Dalam agama di katakan al janatu uristumuha bima kuntum tak malun,
surga di dapatkan karena amalan. Beruntunglah
sesorang yang menganggap bahwa ilmu itu penting, sehingga mereka selalu
mencarinya, walaupun ilmu itu membutuhkan perjuangan, membutuhkan materi mereka
tetap mencari dan mengejarnya, walaupun sudah tua tapi baginya tidak ada lambat
untuk mendapatkannya, apalagi belajar sepanjang hidup education is long time,
maka mereka tidak malu ketika bersama anak muda, tidak malu ketika bertanya,
karena ilmu akan membawa sebuah perubahan, perubahan dalam hidupnya, demi
menyongsong masa depannya, maka ilmu sangat penting dalam sebuah kehidupan dan
peradapan manusia. Ilmu itu tidak sulit, ilmu itu mudah karena ilmu bisa di
pelajari, ada yang bisa di pelajari sendiri melalui membaca, ada yang bisa
pelajari dengan melihat langsung, kita bisa dapat melalui pendidikan formal
bisa juga kita dapat melalui pendidikan non formal, ilmu itu luas seluas
lautan, ilmu itu bisa menutun untuk memecahkan fenomena soasial, ekonomi,
hukum, politik dan masih banyak lagi, dengan kata lain dengan ilmu segala
sesuatu bisa di selesaikan. Menimba ilmu itu menyenangkan, karena ilmu itu
membuat seseorang menjadi dinamis, mampu membawa perubahan, menambah wawasan
baru, membawa perubahan bahkan ilmu akan meningkatkan derajat seseorang baik
didunia maupun di akerot kelak. tetapi yang terpenting dengan belajar ilmu
mampu mengubah perilaku memjadi karakter, ilmu mampu merubah sikap seseorang
dalam kehidupan sehari-hari nitulah hakekat ilmu.
Semua aktivitas orang yang berilmu
dan beriman kepada alloh dan hari kiamat pada hakikinya adalah untuk mencari
ridhoNya, untuk menciptakan kedamaian sesama manusia, bukankah rumahmu adalah
surgamu, bukan rumahmu istanamu, artinya rumah agar dihiasi hal-hal yang bagus
yang bajik, di hiasi bacaan alqur,an, di hiasi komunikasi yang santun dan doa
penuh keslamatan, ucapan salam dan doa itulah kehidupan orang yang beriman,
sehingga adala sebuah fatwa dari ulama ciptakan rumah dan kehidupan kalian
sebagai kehidupan dan rumah surga yang penuh keindahan dan kesejukan..
Kehidupan seseorang bisa damai bagaikan kehidupan di surga, karena dalam
hidupnya mendapat buah sebuah ilmu, maka dalam agama ilmu itu sangat penting
dan menentukan, bahkan ada sebuah ungkapan al ilmu kobla amal, ilmu itu
dikerjakan sebelum beramal, maka pentingnya ilmu harus di perjuangkan,
seseorang mendapatkan ilmu harus mengaji dan sekolah baik formal maupun non
formal, walaupun biaya pendidikan masih mahal tapi tetap di perjuangkan,
walaupun pendidikan ini adalah kewajiban pemerintah untuk mencerdaskan
kehidupan bangsa, tapi secara realita hasilnya belum maksimal, karena
pentingnya ilmu, menyekolahkan anak sebagai memberi pancing pada anak, biarlah
ikannya mencari sendiri. Anak tidak di beri ikan, karena kalau diberi ikan,
ikan habis minta lagi kepada orang tua, akhirnya hidupnya menggantungkan orang
tua itulah gambaran pentingnya sebuah ilmu..dalam hal ini ilmu yang bermanfaat,
ilmu yang manfaat yang memberkahi dirinya sendiri, keluarganya, lingkungannya
bangsa dan negaranya, itulah ilmu yang barokah, itulah hakekat sebuah ilmu,
yang mampu membawa perubahan, ya perubahan yang baik, perubahan membangun
peradaban bangsa dan negara. Ilmu adalah bungah-bunga ibadah, berdoa adalah
senjata orang iman, amal dalah buah sebuah ilmu, ketika ilmu di pelajari dengan
sunguh-sungguh seseorang akan mendapatkan hikmat sebuah ilmu, ilmu akan
menerangi kehidupan seseorang, ilmu akan mendatangkan kebajikan bagi dirinya
sendiri dan bagi lingkungannya.Tetapi sebaliknya apabila mencari ilmu tidak
sungguh-sungguh, tidak sepenuh hati, akibatnya seseorang malas, karena tidak
mendapat manfaat dari ilmu, ilmu seolah-olah tidak ada gunanya ilmu tidak bisa
membawa perubahan dalam hidupnya. Celakanya lagi salah menafsirkan sebuah ilmu,
salah menerapkan, salah menterjemahkan apalagi salah niat, ilmu hanya untuk
riak, sombong, agar dikatakan orang berilmu, apalagi untuk kepentingan jahat,
maka ilmu akan merusak dirinya, lingkungannya bangsa dan negara itulah
terorisme, membunuh sesama manusia tidak merasa bersalah dan berdosa, itulah
akibat ilmu yang salah niat dan salah hakekat sebuah ilmu.Inilah pentingnya
mencari ilmu yang bermanfaat, inilah pentingnya ilmu harus ada pembimbingnya,
harus ada gurunya, sehingga tau akan manfaat ilmu dan kefadolannya mencari
ilmu, tanpa ada bimbingan ilmu itu akan mengalami salah makna dan pengertian
dalam mempraktekkannya. .ilmu yang
paling hakiki dan afdol adalah ilmu yang berasal dari firman alloh dan tuntunan
rosulalloh, belajar dengan tekun dan iklas kemudian diamalkan dalam ibadah,
diamalkan untuk menolong sesama umat manusia, karena sumber dari segala ilmu
adalag Al-Quranul Karim, dan sebaik-baiknya contoh adalah kanjeng Nabi Muhammad
Rosulallohu ngalaihissalam.
Akhlak yang
Mulia Mencerminkan Budi Yang
Luhur
Aklak merupakan sumber dari behaviur
atau tingkah laku seseorang, apabila kita mempunyai aklak baik maka perilaku
atau behavier kita hampir pasti baik, dan sebaliknya jika seseorang ber aklak
buruk hampir pasti perbuatannya pasti buruk, maka orang yang paling mulya di
hadapan alloh nanti adalah orang yang memiliki aklaqul karimah atau aklak yang
mulya. .Ada benang merah antara ilmu dan
aklak seseorang, karena ilmu bagaikan nahkoda kapal yang akan menyeberangi
sebuah samudra nan luas dan berbahaya , nahkoda akan berhadapan dengan ganasnya
angin, gelombang dan ombak di tengah samudra yang luas. Apakah kapal akan
selamat sampai tujuan atau sebaliknya, ataukah kapal akan terombang-ambing di
bawa gelombang laut yang ganas dan mengerikan. Kalau ingin melihat kedalaman
ilmu seseorang, sebenarnya tidak terlalu sulit tinggal melihat perilaku orang
tersebut, apakah seseorang frendly ataukah egoistis, apakah care terhadap orang
lain ataukah masa bodoh terhadap lingkungannya, apakah mau berkorban untuk
orang lain atau mementingkan dirinya sendiri, apakah seseorang over acting
apakah dia bersikap tumukninah dan santai, jika seseorang berilmu yang kokoh
dan kuat, tentu mencerminkan sikap yang bijak dan bersahabat, memiliki
kepribadian dan diterima oleh lingkungannya..Apalagi kita mengaku diri sebagai
orang islam, seharusnyalah menuntut ilmu tiada jemu, ilmu makin dicari kita
makin haus, artinya betapa kecilnya diri kita, sedangkan ilmu alloh maha besar,
di gambarkan jari kita masukkan dalam air lautan kemudian kita angkat tetesan
air dari jari itu adalah ilmu yang di miliki umat manusia sedangkan air di
lautan itu adalah ilmu milik alloh ngaza wajalla. Sehingga betapa sedikitnya
ilmu yang masih kita pelajari, alangkah malasnya kita jika tidak menuntut ilmu.
Telah banyak penjelasan di atas betapa pentingnya sebuah ilmu, kerena ilmu
sebagai gaiden aklak manusia, seseorang berprilaku akan di pengaruhi aklak,
aklan akan dipedomani oleh ilmu seseorang, maka tujuan mencari ilmu adalah
untuk memperbaiki aklak, buah aklak adalah perilaku yang baik, perilaku yang
baik akan membawa manfaat baik diri maupun orang lain. Sebaik-baiknya aklak
manusia adalah aklaknya Baginda Rosullalloh Nabi Muhammad. Dalam islam
ajarannya tegas tetapi lunak dalam implementasikan suatu contoh “Lakum Dinukum
Waliyadin” Bagi agamaku adalah keyakinanku dan bagi agamamu juga keyakinanmu,
artinya keyakinan boleh beda tetapi dalam ilmu tidak membatasi kemanfaatannya,
ilmu harus bermanfaat bagi semua kehidupan manusia walaupun berbeda keyakinan dan
agama. Jelas bahwa islam di turunkan untuk keselamatan semua isi alam, al islam
lil alamin. Jadi tidak benar kalau islam mengajari radikalisme, menghalalkan
harta dan darahnya orang di luar islam, bahkan ada sebuah cerita seorang
pelacur memberi minum pada anjing yang kehausan mendapat pengampunan dari
alloh, artinya apa pelacur hidupnya bergelimangan noda hitam dan bermandikan
lumpur hitan penuh dosapun alloh maha mengampuni, tentu tobat dulu baru ibadah,
sedangkan anjing adalah binatang yang tak berdosa tapi air liurnya najis
menurut ajaran islam, tetapi kita orang islam juga tidak boleh semena-mena
untuk menganiayanya, anjing adalah binatang ciptaan alloh masih ada sisi
baiknya, bahkan bisa untuk menjaga kebun, menggembala binatang, tetapi di
bagian air liurnya mengandung najis, maka binatang tersebut tidak boleh di
taruh dalam rumah tangga. Sama halnya semua manusia itu ciptaan alloh yang
paling sempurna, tetapi pada saat tertentu manusia tidak boleh dalam rumah
kecuali mandi jinabat atau wudu dulu, yaitu seseorang setelah bersetubuh dengan
pasangannya. Ada apa? Manusia seolah-olah najis ya memang karena jika, belum
mandi junub atau mengambil air wudlu malaikat rohmad tidak mau masuk ke dalam
rumah kita untuk memberiri rahmad pada kita. Uraian diatas betapa pentingnya
ilmu dalam kehidupan se hari-hari tanpa ilmu kita gelap untuk beribadah,
menurut akal sehat mungkin benar, baik dan bermanfaat tetapi menurt agama mungkin kurang afdhol
atau ekstremnya kurang syah. Maka betapa pentingnya orang hidup berpegang pada
taliyalloh dan sunnah rosullalloh. Ajaran islam itu luas, kita di ajari,
disipin, jujur, amanah, hidup hemat, tidak boros, dalam memecahkan masalah
harus ada musyawaroh. Dan berbudi luhur untuk semua umat manusia itu hakiki
sebuah ajaran agama.
Sebuah resume tentu tidak lengkap
dan mantap, sebuah persfektif yang kurang efektif tapi tidak menjadi masalah,
ilmu akan mempengaruhi aklak manusia, sedangkan aklak mempengaruhi perilaku
manusia dalam berpikir berucap, bersikap dan berbuat. Seorang muslim pedoman
hidupnya dalah kitab suci alqur,an dan juknisnya adalah alhadist, tetapi ilmu
itu harus di kaji secara mendetil dan mendalam. Dalam bertidak harus hati-hati
dalam menterjemahkan, kita belajar agama tidak boleh sepotong-sepotong, tidak
boleh mengambil potongan untuk kepentingan politik, kepentingan sekelompok
orang dengan dalih agama, untuk menghina dan
merendahkan umat lain atau umat agama selain islam itulah hakiki dari
sebuah manfaat ilmu.
Menuntut ilmu kewajiban bagi segenap
umat manusia dari lahir hingga masuk keliang lahat, tentu ilmu yang bermanfaat
dan meningkatkan martabat, bukan ilmu yang jahat dan membawa manusia menjadi
sesat. Dalam sebuat hadist dikatakan Tolabi
ilmi faridotun ngala kulli muslim artinya mencari ilmu kewajiban setiap orang
muslim baik tua muda laki maupun pun wanita. Maka dalam hadist lain dikatakan
al ilmu kobla amal, mencari ilmu dulu baru beramal, agar amalan ada dasarnya,
agar menambah keyakinan bagi yang mengamalkannya, agar kita tidak ruboh gedang
agar kita tidak taklit.Sehingga ilmu betul betul jadi pedoman hidup, tuntunan
bukan tontonan, dalam beribadah yang akan bisa membawa keberkahan, keselamatan,
fiddunya wal akheroh. Islam diturunkan oleh alloh melalui malaikat jibril dan
alloh memilih Nabi Muhammad sebagai utusan untuk menyempurnakan agama
sebelumnya adalah tugas yang mulya. Maka islam tidak hanya untuk keberkahan
orang islam saja tetapi keberkahan semua umat manusia, yang mempunyai keyakinan
di luar islam, karena islam ajarannya tidak sempit, islam harus bisa
bekerjasama dengan selain warga muslim, kerena islam rahmatan lil alamin, islam
pemersatu bangsa. Yang pernah di contohkan Nabi Muhammad, beliau selalu
menghormati umat lainnya, berhubungan para pendeta, berbuat baik dengan
tetangga walaupun tetangganya sebelah bukan orang muslim, bahkan beliau mau
bekerjasama dengan kaum kafir kaum yang tidak mau percaya pada Tuhan, namanya
kafir “ Dhimi” orang kafir yang tidak di perangi Nabi dan umatnya saat itu.
Karena betapa pentingnya ilmu menurut islam hingga Nabi Muhammad bersabda
tuntutlahlah ilmu walaupun sampai negeri cina. Artinya bahwa ilmu sangat
penting menurut islam, walaupun jauh, sulit, dengan biaya tinggi tetap di
belani, tetap ilmu dikembangkan dan diperjuangkan. Dan ilmu di katakan
berkembang berbuah dan berbarokah apabila ada manfaatnya dalam sebuah
kehidupan, jangan sampai gambaran orang berilmu tapi tidak bisa mengamalkan”
besar dosanya bagi orang mengerti ilmunya tetapi tidak mengamalkannya bahkan
melanggar aturan agama” . Semoga ilmu yang kita miliki, kita perjuangkan dan
kita yakini kebenarannya mendapat ridho dan bimbingan alloh untuk mengamalkan
ke jalan agama alloh yang Maha Tinggi dan Maha
Besar. Dengan demikian kita termasuk orang yang berilmu dan di angkat
derajat kemulyaan oleh Alloh SWT, baik
di dunia dan di akherat nanti, semoga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar