Sabtu, 02 Maret 2019

Wajibnya Mencari Ilmu bagi Seorang Muslim


Wajibnya  Mencari Ilmu bagi Seorang Muslim.

Kita sebagai umat  islam maka sepatutnya mengkaji pedoman islam, jika kita ingin memahami islam,  pedoman umat islam tidak lain adalah kitab susi al-qur’an dan sunnah rosulluloh SAW. Maka dalam islam di katakan “Tolabi ilmi faridhotun ngala kulli muslim” artinya bahwa mencari ilmu kewajiban bagi orang muslim,atau long live education. Pentingnya belajar dalam islam, sehingga keluarlah fatwa yang mengatakan al ilmu kobla amal, ilmu itu sebelum amal artinya sebaiknya ilmu itu di pelajari sebelum mengamalkan, sehingga seseorang mengamalkan berdasarkan ilmu yang di pelajarinya. Hal ini penting sehingga seseorang beribadah tidak “ruboh kedang” artinya beribadah ikut-ikutan, sehingga seseorang ibadah tidak katanya dan katanya, bahkan ada pengertian beramal tanpa belajar ilmu dulu namanya taklit, suatu amalan yang kurang afdhol. Dan ilmu itu untuk mempedomani dalam kehidupan seseorang, mana yang di perbolehkan oleh islam mana yang di larang oleh islam, mana amalan yang pernah di contohkan rosul mana pula amalan yang tidak di sukai rosul. Sehingga seseorang bisa ibadah dengan keyakinan yang mantap sesuai yang di pedomani. Ilmu juga menentukan kehidupan di akerot nanti, apakah seseorang ibanah sudah sesuai kitab suci atau sudah sesuai contoh rosul atau belum sama sekali. Itu juga bisa dilihat dari ilmunya yang telah dia yakini, walaupun amalan yang diterima atau tidak itu adalah hak prerogatif alloh.Ilmu ini tetap sangat penting , karena dengan  ilmu akan bisa membimbing kita dalamn mencari maisya kehidupan dunia maupun akherat, maka ada dalil yang mengatakan jika kamu menghendaki keduniaan maka kalian belajarlah ilmu keduaniaan dan apabila kamu menginginkan akerot maka kalian belajarlah ilmu agama, dan jika ingin  kedua-duanya dunia dan akherot maka belajarlah kedua-duanya.

Ilmu itu adalah Gaiden untuk Ibadah
Seorang hamba alloh sebaiknya memahami tentang sebuah kehidupan, dari mana seorang makluk diciptakan, siapa yang menciptakan untuk apa di ciptakan dan kemana setelah kematian. Alloh berfirman wama kholaqo minal jinna wal insa illa liya’budunii, tuhan tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaNya. So tujuan alloh menciptakan jin dan manusia agar beribadah, kalau bicara ibadah adalah manembah kepada alloh, mengikuti petunjukNya, mengikuti perintah alloh, menjahui larangan alloh, mempercayai cerita alloh, agar hamba itu menjadi orang yang baik, baik pada dirinya, keluarganya, lingkungannya, bangsa dan negaranya, agar hidup mulya di dunia kelak di akherot mendapat istana.Jadi tugas seorang hamba  hanya amal sholeh, mencari ridhoNya semata, karena bersyukur atas nikmat alloh, dari nikmat sehat, memanfaatkan udara, panas matahari, bulan, hujan, potensi alam, bernapas, bebas melihat pemandangan, itu semua kebesaran alloh untuk memcukupi kebutuhan hambanya. Selayaknya  orang-orang iman selalu bersyukur kepada alloh karena mereka-mereka mendapat perlindunganNya, keselamtanNya, maka konsekwensinya manusia harus sholeh dan sholihat, apa yang harus dilakukan orang yang sholeh? Yang harus dilakukan adalah berfikir  yang baik dan positif, tingkah laku sesuai gelar yang di sandang, orang iman berbuat yang sholeh, sehingga menghasilkan sebuah kehidapan sejuk indah dan damai, menjadi sebuah keluarga yang syakinah, mawaddah warohmah .
Kesolehan seseorang adalah cerminan dari keimanan, keimanan adalah cahaya firman alloh yang setiap saat di ucapkan, dilafatkan di pahami dan diamalkan, maka sebagai outputnya adalah kebaikan, baik untuk dirinya, baik untuk sesama manusia, alam semesta bahkan untuk tuhannya, karena ketika seseorang hamba berbuat baik Tuhan juga meridhoinya, dan sebaliknya ketika manusia jahat maka Alloh juga akan mengutuk dan memurkainya. Salah satu cara agar manusia menjadi baik dan sholeh maka menuntut ilmu salah satu caranya, maka tidak  berkelebihan jika kita berpedoman tolabi ilmi faridhotun ngala kulli muslim, yang artinya mencari ilmu merupakan kewajiban orang islam, dengan ilmu seseorang bisa mengerjakan sesuatu yang di inginkan, segala sesuatu ada ilmunya, jika ingin menjadi pengacara, fakultas hukum tempat kuliahnya, jika ingin menjadi guru matematika fakultas mipa pilihannya, jika ingin menjadi dokter fakultas kedokteran masuknya, jika ingin menjadi bisnismen harus belajar di fakultas ekonomi dan sebagainya. Singkat kata jika ingin menguasai dunia, belajarlah ilmu dunia jika ingin akerat belajarlah ilmu akerot, jika ingi dunia dan akerot belajarlah kedua-duanya.  Maka ilmu sangat penting untuk di dapatkan, ilmu itu mudah bisa membaca buku, mendengarkan, melihat langgsung atau mengikuti pendidikan formal.

Manusia makluk yang sempurna di bandingkan makluk lainnya, maka dalam surat thin laqod kholaqna insana fi ahsanin taqwim, artinya sungguh telah alloh menciptakan manusia suatu ciptaan yang sempurna, karena apa tuhan mengatakan demikian , karena manusia di beri akal, pikiran, rasa dan karsa, dengan akalnya manusia bisa mengatur planet bumi, dengan akalnya manusia bisa menciptakan kapal terbang, dengan akalnya manusia bisa menciptakan komputer, dengan aklnya manusia bisa menciptakan mecin yang tercanggih, hanya manusia tidak dapat menciptakan manusia, kecuali alloh.  menurut Dengan ilmu manusia mendapat kemudahan yang sulit bisa menjadi mudah karena juga ilmu, contoh tanpa ilmu orang tidak akan bisa memasak dengan macam-macam jenisnya, tanpa ilmu pekerjaan akan menjadi berat, tanpa ilmu kita tidak akan bisa naik pesawat, maka pepatah mengatakan carilah ilmu walaupun ke negeri cina, karena ilmu sangat penting, tanpa ilmu kehidupan gelap dan buta, tetapi yang lebih penting ilmu itu di amalkan, gambarannya ilmu tanpa diamalkan bagaikan pohon yang tidak ada buahnya. Dalam agama di katakan al janatu uristumuha bima kuntum tak malun, surga di dapatkan karena amalan. Beruntunglah sesorang yang menganggap bahwa ilmu itu penting, sehingga mereka selalu mencarinya, walaupun ilmu itu membutuhkan perjuangan, membutuhkan materi mereka tetap mencari dan mengejarnya, walaupun sudah tua tapi baginya tidak ada lambat untuk mendapatkannya, apalagi belajar sepanjang hidup education is long time, maka mereka tidak malu ketika bersama anak muda, tidak malu ketika bertanya, karena ilmu akan membawa sebuah perubahan, perubahan dalam hidupnya, demi menyongsong masa depannya, maka ilmu sangat penting dalam sebuah kehidupan dan peradapan manusia. Ilmu itu tidak sulit, ilmu itu mudah karena ilmu bisa di pelajari, ada yang bisa di pelajari sendiri melalui membaca, ada yang bisa pelajari dengan melihat langsung, kita bisa dapat melalui pendidikan formal bisa juga kita dapat melalui pendidikan non formal, ilmu itu luas seluas lautan, ilmu itu bisa menutun untuk memecahkan fenomena soasial, ekonomi, hukum, politik dan masih banyak lagi, dengan kata lain dengan ilmu segala sesuatu bisa di selesaikan. Menimba ilmu itu menyenangkan, karena ilmu itu membuat seseorang menjadi dinamis, mampu membawa perubahan, menambah wawasan baru, membawa perubahan bahkan ilmu akan meningkatkan derajat seseorang baik didunia maupun di akerot kelak. tetapi yang terpenting dengan belajar ilmu mampu mengubah perilaku memjadi karakter, ilmu mampu merubah sikap seseorang dalam kehidupan sehari-hari nitulah hakekat ilmu.

Semua aktivitas orang yang berilmu dan beriman kepada alloh dan hari kiamat pada hakikinya adalah untuk mencari ridhoNya, untuk menciptakan kedamaian sesama manusia, bukankah rumahmu adalah surgamu, bukan rumahmu istanamu, artinya rumah agar dihiasi hal-hal yang bagus yang bajik, di hiasi bacaan alqur,an, di hiasi komunikasi yang santun dan doa penuh keslamatan, ucapan salam dan doa itulah kehidupan orang yang beriman, sehingga adala sebuah fatwa dari ulama ciptakan rumah dan kehidupan kalian sebagai kehidupan dan rumah surga yang penuh keindahan dan kesejukan.. Kehidupan seseorang bisa damai bagaikan kehidupan di surga, karena dalam hidupnya mendapat buah sebuah ilmu, maka dalam agama ilmu itu sangat penting dan menentukan, bahkan ada sebuah ungkapan al ilmu kobla amal, ilmu itu dikerjakan sebelum beramal, maka pentingnya ilmu harus di perjuangkan, seseorang mendapatkan ilmu harus mengaji dan sekolah baik formal maupun non formal, walaupun biaya pendidikan masih mahal tapi tetap di perjuangkan, walaupun pendidikan ini adalah kewajiban pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, tapi secara realita hasilnya belum maksimal, karena pentingnya ilmu, menyekolahkan anak sebagai memberi pancing pada anak, biarlah ikannya mencari sendiri. Anak tidak di beri ikan, karena kalau diberi ikan, ikan habis minta lagi kepada orang tua, akhirnya hidupnya menggantungkan orang tua itulah gambaran pentingnya sebuah ilmu..dalam hal ini ilmu yang bermanfaat, ilmu yang manfaat yang memberkahi dirinya sendiri, keluarganya, lingkungannya bangsa dan negaranya, itulah ilmu yang barokah, itulah hakekat sebuah ilmu, yang mampu membawa perubahan, ya perubahan yang baik, perubahan membangun peradaban bangsa dan negara. Ilmu adalah bungah-bunga ibadah, berdoa adalah senjata orang iman, amal dalah buah sebuah ilmu, ketika ilmu di pelajari dengan sunguh-sungguh seseorang akan mendapatkan hikmat sebuah ilmu, ilmu akan menerangi kehidupan seseorang, ilmu akan mendatangkan kebajikan bagi dirinya sendiri dan bagi lingkungannya.Tetapi sebaliknya apabila mencari ilmu tidak sungguh-sungguh, tidak sepenuh hati, akibatnya seseorang malas, karena tidak mendapat manfaat dari ilmu, ilmu seolah-olah tidak ada gunanya ilmu tidak bisa membawa perubahan dalam hidupnya. Celakanya lagi salah menafsirkan sebuah ilmu, salah menerapkan, salah menterjemahkan apalagi salah niat, ilmu hanya untuk riak, sombong, agar dikatakan orang berilmu, apalagi untuk kepentingan jahat, maka ilmu akan merusak dirinya, lingkungannya bangsa dan negara itulah terorisme, membunuh sesama manusia tidak merasa bersalah dan berdosa, itulah akibat ilmu yang salah niat dan salah hakekat sebuah ilmu.Inilah pentingnya mencari ilmu yang bermanfaat, inilah pentingnya ilmu harus ada pembimbingnya, harus ada gurunya, sehingga tau akan manfaat ilmu dan kefadolannya mencari ilmu, tanpa ada bimbingan ilmu itu akan mengalami salah makna dan pengertian dalam mempraktekkannya.  .ilmu yang paling hakiki dan afdol adalah ilmu yang berasal dari firman alloh dan tuntunan rosulalloh, belajar dengan tekun dan iklas kemudian diamalkan dalam ibadah, diamalkan untuk menolong sesama umat manusia, karena sumber dari segala ilmu adalag Al-Quranul Karim, dan sebaik-baiknya contoh adalah kanjeng Nabi Muhammad Rosulallohu ngalaihissalam.

Akhlak yang  Mulia  Mencerminkan Budi Yang Luhur
Aklak merupakan sumber dari behaviur atau tingkah laku seseorang, apabila kita mempunyai aklak baik maka perilaku atau behavier kita hampir pasti baik, dan sebaliknya jika seseorang ber aklak buruk hampir pasti perbuatannya pasti buruk, maka orang yang paling mulya di hadapan alloh nanti adalah orang yang memiliki aklaqul karimah atau aklak yang mulya.  .Ada benang merah antara ilmu dan aklak seseorang, karena ilmu bagaikan nahkoda kapal yang akan menyeberangi sebuah samudra nan luas dan berbahaya , nahkoda akan berhadapan dengan ganasnya angin, gelombang dan ombak di tengah samudra yang luas. Apakah kapal akan selamat sampai tujuan atau sebaliknya, ataukah kapal akan terombang-ambing di bawa gelombang laut yang ganas dan mengerikan. Kalau ingin melihat kedalaman ilmu seseorang, sebenarnya tidak terlalu sulit tinggal melihat perilaku orang tersebut, apakah seseorang frendly ataukah egoistis, apakah care terhadap orang lain ataukah masa bodoh terhadap lingkungannya, apakah mau berkorban untuk orang lain atau mementingkan dirinya sendiri, apakah seseorang over acting apakah dia bersikap tumukninah dan santai, jika seseorang berilmu yang kokoh dan kuat, tentu mencerminkan sikap yang bijak dan bersahabat, memiliki kepribadian dan diterima oleh lingkungannya..Apalagi kita mengaku diri sebagai orang islam, seharusnyalah menuntut ilmu tiada jemu, ilmu makin dicari kita makin haus, artinya betapa kecilnya diri kita, sedangkan ilmu alloh maha besar, di gambarkan jari kita masukkan dalam air lautan kemudian kita angkat tetesan air dari jari itu adalah ilmu yang di miliki umat manusia sedangkan air di lautan itu adalah ilmu milik alloh ngaza wajalla. Sehingga betapa sedikitnya ilmu yang masih kita pelajari, alangkah malasnya kita jika tidak menuntut ilmu. Telah banyak penjelasan di atas betapa pentingnya sebuah ilmu, kerena ilmu sebagai gaiden aklak manusia, seseorang berprilaku akan di pengaruhi aklak, aklan akan dipedomani oleh ilmu seseorang, maka tujuan mencari ilmu adalah untuk memperbaiki aklak, buah aklak adalah perilaku yang baik, perilaku yang baik akan membawa manfaat baik diri maupun orang lain. Sebaik-baiknya aklak manusia adalah aklaknya Baginda Rosullalloh Nabi Muhammad. Dalam islam ajarannya tegas tetapi lunak dalam implementasikan suatu contoh “Lakum Dinukum Waliyadin” Bagi agamaku adalah keyakinanku dan bagi agamamu juga keyakinanmu, artinya keyakinan boleh beda tetapi dalam ilmu tidak membatasi kemanfaatannya, ilmu harus bermanfaat bagi semua kehidupan manusia walaupun berbeda keyakinan dan agama. Jelas bahwa islam di turunkan untuk keselamatan semua isi alam, al islam lil alamin. Jadi tidak benar kalau islam mengajari radikalisme, menghalalkan harta dan darahnya orang di luar islam, bahkan ada sebuah cerita seorang pelacur memberi minum pada anjing yang kehausan mendapat pengampunan dari alloh, artinya apa pelacur hidupnya bergelimangan noda hitam dan bermandikan lumpur hitan penuh dosapun alloh maha mengampuni, tentu tobat dulu baru ibadah, sedangkan anjing adalah binatang yang tak berdosa tapi air liurnya najis menurut ajaran islam, tetapi kita orang islam juga tidak boleh semena-mena untuk menganiayanya, anjing adalah binatang ciptaan alloh masih ada sisi baiknya, bahkan bisa untuk menjaga kebun, menggembala binatang, tetapi di bagian air liurnya mengandung najis, maka binatang tersebut tidak boleh di taruh dalam rumah tangga. Sama halnya semua manusia itu ciptaan alloh yang paling sempurna, tetapi pada saat tertentu manusia tidak boleh dalam rumah kecuali mandi jinabat atau wudu dulu, yaitu seseorang setelah bersetubuh dengan pasangannya. Ada apa? Manusia seolah-olah najis ya memang karena jika, belum mandi junub atau mengambil air wudlu malaikat rohmad tidak mau masuk ke dalam rumah kita untuk memberiri rahmad pada kita. Uraian diatas betapa pentingnya ilmu dalam kehidupan se hari-hari tanpa ilmu kita gelap untuk beribadah, menurut akal sehat mungkin benar, baik dan bermanfaat  tetapi menurt agama mungkin kurang afdhol atau ekstremnya kurang syah. Maka betapa pentingnya orang hidup berpegang pada taliyalloh dan sunnah rosullalloh. Ajaran islam itu luas, kita di ajari, disipin, jujur, amanah, hidup hemat, tidak boros, dalam memecahkan masalah harus ada musyawaroh. Dan berbudi luhur untuk semua umat manusia itu hakiki sebuah ajaran agama.

Sebuah resume tentu tidak lengkap dan mantap, sebuah persfektif yang kurang efektif tapi tidak menjadi masalah, ilmu akan mempengaruhi aklak manusia, sedangkan aklak mempengaruhi perilaku manusia dalam berpikir berucap, bersikap dan berbuat. Seorang muslim pedoman hidupnya dalah kitab suci alqur,an dan juknisnya adalah alhadist, tetapi ilmu itu harus di kaji secara mendetil dan mendalam. Dalam bertidak harus hati-hati dalam menterjemahkan, kita belajar agama tidak boleh sepotong-sepotong, tidak boleh mengambil potongan untuk kepentingan politik, kepentingan sekelompok orang dengan dalih agama, untuk menghina dan  merendahkan umat lain atau umat agama selain islam itulah hakiki dari sebuah manfaat ilmu.

Menuntut ilmu kewajiban bagi segenap umat manusia dari lahir hingga masuk keliang lahat, tentu ilmu yang bermanfaat dan meningkatkan martabat, bukan ilmu yang jahat dan membawa manusia menjadi sesat. Dalam sebuat hadist dikatakan Tolabi ilmi faridotun ngala kulli muslim artinya mencari ilmu kewajiban setiap orang muslim baik tua muda laki maupun pun wanita. Maka dalam hadist lain dikatakan al ilmu kobla amal, mencari ilmu dulu baru beramal, agar amalan ada dasarnya, agar menambah keyakinan bagi yang mengamalkannya, agar kita tidak ruboh gedang agar kita tidak taklit.Sehingga ilmu betul betul jadi pedoman hidup, tuntunan bukan tontonan, dalam beribadah yang akan bisa membawa keberkahan, keselamatan, fiddunya wal akheroh. Islam diturunkan oleh alloh melalui malaikat jibril dan alloh memilih Nabi Muhammad sebagai utusan untuk menyempurnakan agama sebelumnya adalah tugas yang mulya. Maka islam tidak hanya untuk keberkahan orang islam saja tetapi keberkahan semua umat manusia, yang mempunyai keyakinan di luar islam, karena islam ajarannya tidak sempit, islam harus bisa bekerjasama dengan selain warga muslim, kerena islam rahmatan lil alamin, islam pemersatu bangsa. Yang pernah di contohkan Nabi Muhammad, beliau selalu menghormati umat lainnya, berhubungan para pendeta, berbuat baik dengan tetangga walaupun tetangganya sebelah bukan orang muslim, bahkan beliau mau bekerjasama dengan kaum kafir kaum yang tidak mau percaya pada Tuhan, namanya kafir “ Dhimi” orang kafir yang tidak di perangi Nabi dan umatnya saat itu. Karena betapa pentingnya ilmu menurut islam hingga Nabi Muhammad bersabda tuntutlahlah ilmu walaupun sampai negeri cina. Artinya bahwa ilmu sangat penting menurut islam, walaupun jauh, sulit, dengan biaya tinggi tetap di belani, tetap ilmu dikembangkan dan diperjuangkan. Dan ilmu di katakan berkembang berbuah dan berbarokah apabila ada manfaatnya dalam sebuah kehidupan, jangan sampai gambaran orang berilmu tapi tidak bisa mengamalkan” besar dosanya bagi orang mengerti ilmunya tetapi tidak mengamalkannya bahkan melanggar aturan agama” . Semoga ilmu yang kita miliki, kita perjuangkan dan kita yakini kebenarannya mendapat ridho dan bimbingan alloh untuk mengamalkan ke jalan agama alloh yang Maha Tinggi dan Maha  Besar. Dengan demikian kita termasuk orang yang berilmu dan di angkat derajat kemulyaan oleh Alloh SWT,   baik di dunia dan di akherat nanti, semoga.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar