Jumat, 29 Juli 2022

Amalan Ringan Fahalanya Besar

 *Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh*

 

Amalan ringan, hasilnya besar. 


Jangan meremehkan  amalan kecil, sebab dengan amalan sederhana menghasiljan fahala besar. Tentu diniati penuh keiklasan dan ketulusan, niat mencari ridho Alloh. 


Seperti kisah seorang pelacur yang memberi minum seekor anjing yang sedang kehausan. Alkisah  anjing ada disamping sumur, tetapi sedang kehausan dan lemas bahkan hampir mati. 


Melihat kondisi ini seorang wanita pelacur yang berasal dari bani Israil merasa kasihan terhadapnya sehingga dia membuka sepatunya untuk mengambil air dari sumur dan diberikannya kepada si anjing.


Atas perbuatan baik yang dia lakukan maka Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengampuni segala dosa-dosa yang telah dia lakukan selama di dunia. Meskipun anjing merupakan binatang yang najis untuk kaum Muslim tetapi dengan menolongnya yang sedang sekarat merupakan kebaikan yang bernilai tinggi. 


Cerita ini dapat memberikan gambaran kepada setiap Muslim bahwa kita harus selalu berbuat baik kepada siapa pun dan kapan pun tanpa melihat latar belakangnya terlebih dahulu karena kebaikan kecil berbuah manis.


Pada masa sekarang ini, sungguh telah banyak orang melalaikan perbuatan-perbuatan baik, terutama perbuatan yang dianggap sepele. 


Padahal, setiap perbuatan manusia selalu diawasi oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan dicatat oleh malaikat dalam kitabnya yang akan ditampakkan di hari kiamat kelak.


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman di dalam Al-Qur'an, yang artinya :" Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula."

(QS. Az-Zalzalah 7-8)


Kita tidak akan pernah tahu kapan rahmat Allah Subhanahu Wa Ta'ala turun dan kita tidak akan tahu ibadah mana yang telah Allah terima. 

Mungkin saja, amal yang selama ini kita yakini sebagai amal yang dapat membantu kita di hari kiamat tetapi tidak diterima Allah karena riya', sum'ah dan sebab lainnya. 


Bukan tidak mungkin ada seorang Muslim yang justru masuk surga karena senyuman, menyingkirkan duri dari jalan atau kebaikan-kebaikan kecil lainnya.


Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. bersabda, yang artinya : "Janganlah sekali-kali kamu merendahkan perbuatan baik yang sedikit atau engkau mengosongkan tempat airmu untuk diisi ke tempat orang yang mencari air, atau engkau bertemu saudaramu dengan wajah ceria."

(HR Muslim).


Semua perbuatan yang dilakukan oleh manusia selama di dunia akan mendapatkan balasannya kelak di akhirat. Meskipun perbuatan yang dilakukan dalam skala yang kecil sekalipun. 


Sebagai seorang muslim yang beriman, sudah seharusnya kita memperbanyak amal kebaikan selama di dunia karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah menjanjikan balasan yang lebih besar untuk setiap hambaNya yang berbuat kebaikan.


KBD, 30/7/2022

Ditulis oleh Sarpan

Sumber medsos.

Selamat Tahun Baru

 *Geguritan Pungkasaning Warsa


Tan Rinasa tahun jawa wis Paripurna

Iki bengi wis 1 Sura, Mungkasi Warsa

Ora Krasa Yuswa Mundhak Tuwa

Ananging Tuwa kuwi  Nugraha

Paringane kang Maha Kawasa

Muga Tansah Pinaringan Rahayu Widada

Ora Kurang Sawiji apa


Rasa Pangrasa dipantha - Pantha

Endi sing Becik lan Endi sing ala

Dadi Panglimbanging Rasa

Sing Becik diupakara

Sing ala  diguwang Supaya aja  Dadi Memala


Panyuwunku Dadiya Tuwa

Uripa kang Tetep miguna

Tansah Pinaringan Ayem Tentrem

Bagas-Waras, Bagya Mulya

Nir ing sambikala


*SUGENG MANGAYUBAGYA WARSA JAWA 1444 H*

Penulis

Sarpandito Prawiro Nagoro

Jumat, 22 Juli 2022

Orangtua yang bijak, anak akan baik dan taat

 Penting untuk di pelajari


Berdasarkan Ilmu Psikologi, sikap orang tua tidak bijak berakibat buruk budi pekerti anak. Perhatikan beberapa contoh dibawah ini :


1. Orang tua  yang selalu memberikan semua yang diminta anaknya, berakibat anak akan tumbuh dewasa mempunyai anggapan berhak atas semua yang ia Inginkan.


2. Orang tua yang tertawa saat anaknya berkata tidak 

Sopan, berakibat anak akan tumbuh dewasa dengan anggapan bahwa sikap tidak hormat itu suatu hal yang alami dan menyenangkan. 


3. Orang tua yang tidak menasehati perilaku buruk  anaknya, berakibat  anak akan tumbuh dewasa dengan anggapan bahwa tidak ada aturan di dalam masyarakat. 


4. Orang tua yang selalu membereskan kekacauan anaknya,  akan berakibat anak akan tumbuh dewasa dengan anggapan bahwa orang lain lah yang akan mengemban tanggung jawab mereka. 


5. Orang tua yang memberi kebebasan anaknya  menonton TV atau ponsel tanpa adanya batasan aturan waktu (jadwal) hanya lantaran anaknya menangis dan merengek (berteriak), berakibat kelak mereka akan tumbuh dengan anggapan  hidup tanpa ada aturan. 


6. Orang tua yang memberikan harta (uang) kepada anak-anaknya kapan saja mereka mau, berakibat kelak anaknya akan tumbuh dewasa dan berpikir bahwa memperoleh harta  itu mudah bahkan dia dapatkan dengan cara yang tidak baik.


7. Orang tua yang selalu membela anaknya terlepas dari mereka benar atau salah , berakibat  mereka akan tumbuh dewasa menjadi anak yang ego dan ingin menang sendiri. 


Kata kunci: Didik anak dengan bijak sejak usia dini, jika berbuat salah ingatkan dan nasehat agar tidak terulang lagi. Jika berbuat baik pujilah mereka agar kebaikan menjadikan karakter mereka. Jika anak minta uang yang berkelebihan, nasehati dia kemauan tidak boleh melebihi kemampuan.

Di Tulis Oleh Sarpan Miftahul Huda. 

Sumber tulisan dari Medsos yang sudah di rubah. 

Driyorejo, 23-7-2022.

Senin, 11 Juli 2022

Jadilah orang yang bijak.

 Saudaraku hidup ini ini, ibarat  berteduh dalam perjalanan hanya sebentar maka bersabarlah. 


Jadilah orang yang Beriman selalu Berserah diri disaat kekawatiran datang. 


Jadilah orang yang Hebat  dapat mengendalikan dirinya disaat Amarah menyerang.


Jadilah orang yang Sabar  bisa Bersyukur disaat Kekecewaan tak kunjung reda.


Jadilah orang yang Ikhlas bisa Tersenyum disaat Terluka.


Jadilah orang yang Tangguh  dapat bangkit kembali disaat Terjatuh.


Jika dalam hidup ini kita selalu memancarkan cinta kasih, maka kita akan Disayangi.


Jika dalam hidup kita Bermurah hati, maka kitapun akan murah rizki. 


Jika dalam hidup kita Berwelas asih, maka dimanapun kita akan terlindungi. 


Jika dalam hidup kita jujur, maka kita akan menjadi orang yang dipercaya. 


_Jika dalam hidup kita Rendah hati, maka kita akan menjadi orang yang disegani. 


Jika dalam hidup kita semangat, maka kita akan selalu menginspirasi. 


_Jika dalam hidup kita Bijaksana, maka kita akan banyak meraih simPATI. 


_Hidup ini singkat maka  jangan digunakan untuk Berdebat kusir dan menyebar kebencian._


_Lebih baik jaga martabat, agar hidup menjadi Berkah._


_Hidup adalah perjalanan panjang yang harus kita isi dan lalui dengan penuh Kebaikan._


Gresik, 10/7/2022

Penulis Sarpan Miftahul Huda

Tulisan dari Medsol yang sudah di rubah. 

Semoga bermanfaat.


Kamis, 07 Juli 2022

Hikmah Hari Jum'at

 Hikmat Jumat. 

Oleh: Uztad H. Sholihan


Mengawali nasehat setelah solat jumat, ustadz Sholihan mengatakan bahwa agama inti sarinya adalah nasehat. Karena dengan nasehat seseorang akan  termotivasi untuk beribadah, dengan nasehat pula seseorang akan menjahui dari perbuatan yang tidak terpuji. 


Dalam nasehatnya dia juga, mengingatkan bahwa Alloh tidak menciptakan manusia dan jin kecuali untuk ibadah. Artinya tugas pokok manusia adalah untuk beribadah, bukan berorientasi kemewahan dan kemegahan duniawi. Dia mengatakan ibadah adalah prioritas dan keduaniannya tidak terlalu dipaksakan. 


Karena menurut dia, jika dunia dinomor satukan pada umumnya orang akan lupa pada  dua nikmat. Artinya dua nikmat yang mempunyai nilai besar dalam kehidupan manusia. Yaitu badan sehat dan waktu longgar. 


Karena jika seseorang memaksimalkan dua nikmat untuk ibadah kepada Alloh, misalnya waktu sehat dan longgar digunakan solat wajib tepat waktu nya, membaca Al-Quran, solat malam, amal sholeh lainnya maka orang tersebut menjadi hamba yang mulya dihadapan Alloh. 


Sang ustadz juga membacakan dalil, yang maksudnya Alloh tidak melihat harta, rupa pada hambanya. Alloh hanya melihat hati dan amalan seorang hamba. 


Disamping mengupas ibadah wajib dia juga menjelaskan, hikmah bulan Dzulhijjah. Terutama puasa sunah tanggal 9 Dzulhijjah, yang fahalanya diampuni dosa setahun sebelum dan satu tahun sudahnya. Disamping fahala menyembelih kurban. 


Sebagai penutup, nasehat jumat dia mengingatkan bahwa niat karena Alloh adalah kunci segalanya ibadah. Maksudnya ibadah apapun harus di niati hanya karena Alloh, semata mencari ridho Alloh. Ibadah yang niat Pamer dan sombong akan sia-sia. 


Semoga bermanfaat. Amin. 


Driyorejo, 8/7/2022

Oleh: Sarpan Miftahul Huda.