Rabu, 20 Maret 2019

Pagi yang cerah aku berjalan
Ditemani istri  tersayang
Assalamualaikum.. Hai kawan
Mari tetap semangat dan berjuang.

Senin, 18 Maret 2019


KONSEP KEBIJAKAN PUBLIK
OLEH : SARPAN

A.LATAR BELAKANG
Manusia adalah makulihk sosial, mereka membutuhkan teman di dalam hidupnya. Karena mereka sadar bahwa mereka tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Seorang dokter  dapat mengobati dirinya saat sakit, tetapi dokter tidak dapat hidup tanpa petani yang menghasilkan buah, beras, sayur dan lain sebagainya. Insiyur kontruksi pembangunan dapat membuat bangunan yang kokoh, besar dan indah bahkan mampu membuat  bangunan bertingkat-tingkat, namun insiyur   pasti membutuhkan seorang dokter ketika dia sakit,  dan masih banyak contoh lainnya.

Kesimpulannya manusia di dunia ini tidak ada yang super hebat walaupun mereka seorang yang jenius bahkan multi talent sekalipun, dia tetap manusia tidak bisa hidup sendiri dan tetap membutuhkan orang lain. Sebagaimana gambarannya seekor burung yang hanya bersayap sebelah, dia tidak akan mampu menjalankan kehidupannya, dia tidak akan mampu terbang tinggi keangkasa, bahkan hanya sekedar bertahan hidup, mencari makan, melindungi dirinya ketika ada bahaya datangpun dia tidak mampu, dia loyo,lumpuh dan tak berdaya.

Maka manusia hidup harus bekerja sama dengan manusia lainnya, mulai dari kelompok terkecil  hingga kelompok terbesar. Contoh kelompok kecil disebut keluarga, mulai hubungan antara suami, istri dan anak harus saling memahami, saling membantu, memberi perhatian, saling menyayangi, saling bergandengan tangan agar  dapat menjalankan tugasnya masing-masing.  Apa lagi kelompok atau  yang besar seperti negara, tanpa kerjasama yang baik, toleransisi yang tinggi, menjunjung kebersamaan, menjalankan kewajiban sebagai warga negara yang penuh tanggungjawab dan dengan sendirinya akan mendapat haknya sebagai anggota masyarakat. Sehingga manusia dapat hidup dengan kodratnya, mencapai sebuah kehidupan yang bahagia dan tidak menderita seperti gambaran burung hidup yang tidak sempurna karena hanya memiliki sayap sebelah.

Di dalam kelompok manusia, hidup membutuhkan sosialisasi untuk memenuhi kebutuhan, mereka berinteraksi satu dengan yang lain. Ketika kehidupan masih sederhana, manusia belum terlalu banyak maka kehidupan terasa indah dan damai. Mengapa demikian?  Karena kebutuhan manusia  dengan mudah dapat terpenuhi,  karena  tersedianya sumber alam yang  melimpah untuk mencukupi hidup telah tersedia. Tetapi seiring perkembangan kehidupan yang semakin maju dan modern. Untuk memenuhi kebutuhan hidup semakin sulit, disitulah mulai adanya persaingan, beda kepentingan antara kelompok satu dengan  kelompok lainnya  dan akirnya timbul  sebuah masalah.

 Sekarang pertanyaannya apa itu masalah? . Secara sederhana masalah adalah kesenjangan antara seharusnya ( Das Sollen ) dan keadaan yang senyatanya ( Das Sein). Masalah terjadi karena interaksi kelompok yang dilakukan oleh masyarakat. Yang berbeda keinginan, kebutuhan, pendapat bahkan tujuan hidupnya. Ada kelompok  yang  kuat dan  ada kelompok yang lemah.  Di dalam persaingan ada yang di rugikan ada pula yang di untungkan. Maka terjadi sengketa, konflik dan  akhirnya chaos sehingga di butuhkan yang di sebut kebijakan publik.

Apa itu kebijakan publik?
Pengertian kebijakan pulik secara  bebas dan sederhana adalah sebuah keputusan yang dibuat oleh pemerintah baik oleh DPR atau legislative dia adalah  lembaga pembuat undang-undang, maupun lembaga eksekutif lembaga negara melaksanakan undang-undang. Demikian juga peraturan pemerintah (PP) , peraturan presiden atau perpres , kepres atau keputusan presiden, pergub atau peraturan gubernur, perwali peraturan walikota, perbub atau peraturan bupati, perdes atau peraturan desa dan masih ada kebijakan publik yang serupa. Kebijakan publik ini untuk mengatur publik atau peraturan untuk memecahkan masalah yang ada dalam masyarakat.

Dalam perbincangan sehari-hari yang sering kita dengar kata “ publik”  mempunyai dua arti. Pertama publik diartikan negara atau pemerintah dengan dikenal public administration yang mempunyai makna administrasi negara. Kedua publik diartikan “umum” misalnya kepentingan pubilk artinya kepentingan umum, ruang publik berarti ruang umum, masyarakat protes agar pemerintah menyediakan transfortasi untuk publik  berarti tranfortasi untuk umum dan sebagainya. Adapun menurut asal katanya ( secara etimologis), public berasal dari bahasa Inggris the public berarti the community the general dalam hal ini public menyangkut orang banyak.

Jika dilihat dari bahasa Yunani publik berarti “pubes”  atau “ puber”  yang diartikan  kedewasaan seseorang. Peristiwa terjadinya perpindahan atau transisi  dari  masa anak-anak menuju kedewasaan, yang diikuti dengan perubahan fisik, berupa pertumbuhan organ badan, perubahan suara dan tingkah laku. Dari sifat ego atau self centered individuals berubah  menjadi ke sifat kedewasaan, yang ditandai dengan belajar menghormati orang lain. Sehingga  tumbuh sifat toleransi  dan mengkristalisasi tumbuh sifat  simpati dan empaty. Lalu seseorang menjadi  tumbuh dewasa baik sikap, berfikir maupun tindakan. Berkaitan dengan hal ini seorang pakar kebijakan  yaitu Fredirekson dalam bukunya The Spirit of Public Administration (1997), menjelaskan lima model untuk merumuskan kebijakan publik dalam ilmu sosial untuk merevitalisasi keilmuan dalam administrasi modern.

B.PEMBAHASAN
Peran lembaga legislative dalam membuat kebijakan publik.
Jika ada orang yang bertanya siapakah lembaga atau orang yang terlibat dalam pembuatan kebijakan publik? Jawabannya sederhana dan mudah,  mereka adalah lembaga  legislative, lembaga eksekutif dan lembaga yudikatif. Berikut ini akan penulis uraikan peran lembaga negara dalam membuat kebijakan publik. Karena peran lembaga negara sangat bervariasi, walaupun sistem yang digunakan sama.

 Akan tetapi para pakar kebijakan menjelaskan bahwa lembaga legislatiflah yang mempunyi  fungsi membuat Undang-undang atau kebijakan publik, karena dia digaji oleh negara memang untuk membuat aturan. Sebagaimana yang dijelaskan Anderson (1990:35),” …..that they concerned with the central political tast of lawmaking and policy formation in a political system” artinya lembaga legislative mempunyai tugas utama membuat atau memformulasikan  kebijakan publik.

Demikian juga yang terjadi di negara adikuasa  Amirika Serikat (AS), disana  lembaga legislative mempunyai  tugas membuat kebijakan publik. AS dengan sebutan negara paman syam yang menganut sistem presidensial seperti di indonesia. Lembaga legislative dalam memutuskan kebijakan selalu minta masukan dari lembaga eksekutif. Hal ini telah terbukti ketika AS memutuskan akan mengadakan invansi  ke negara Iraq pada tahun 2003, AS mengadakan invansi  ke negara Iraq dengan alasan bahwa Iraq  sedang memproduksi  senjata  “ pemusnah” yang membahayakan  keslamatan bagi umat manusia di dunia. Maka pihak parlemen dalam  membuat kebijakan luar negeri (foreigh affairs)  minta usulan dari pihak eksekutif. Dan setalah disetujui maka invansi segera dilakukan, walaupun saat itu masyarakat AS tidak setuju kebijakan publik yang dibuat oleh lembaga legislative dengan alasan akan terjadi biaya tinggi dan banyak korban jiwa manusia, namun pemerintah dengan kebijakannya tetap melakukan invansi ke Iraq.

Sedangkan di Inggris beda dengan AS, dalam membuat kebijakan publik. Karena di Inggris sistem negara bukan menganut presidensial akan tetapi menganut  sistem parlementer. Sehingga dalam membuat kebijakan berdasarkan usulan dari partai politik atau kelompok kepentingan kemudian dirumuskan dan disusun oleh staf di parlemen yang dikendalikan dari kantor perdana menteri. Beda lagi di Amirika Latin dalam membuat kebijakan publik didominasi dari lembaga eksekutif ( eksekutive heavy), peran eksekutif di samping pelaksanaan kebijakan juga sekaligus eksekutif pembuat kebijakan. Sedangkan yang berlaku di negara-negara  berkembang sangat bervariasi  dalam membuat kebijakan publik. Sebagian negara lembaga eksekutif sangat kuat perannya dalam membuat kebijakan, termasuk di indonesia ketika Orde Baru berkuasa, namun ada negara yang peran legislative lebih kuat kedudukannya.
Peran lembaga eksekutif dalam membuat kebijakan publik.
Peran lembaga eksekutif sangat besar apalagi negara mengikuti sistem presidensial karena sitem ini mengamanatkan bahwa presiden menjadi kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan. Sehingga presiden sebagai lembaga eksekutif juga dapat bertidak sebagai pembuat kebijakan publik. Contoh kuatnya peran eksekutif dalam pengambilan keputusan ketika agresi Rusia ke negara Ukraina tahun 2014 atas desakan Vladimir Putih Presiden Rusia. Menurut Shurgart dan Carey (1992) bahwa demikian juga pengaruh yang sangat kuat yang terjadi pada Presiden Amirika Serikat mempunyai kekuasaan legislasi, juga mempunyai peran sentral dalam menentukan kebijakan-kebijakan publik. Bahkan anggota parlemen (Kongres dan senat), selalu melibatkan presiden dan jajaran eksekutif untuk  memberikan rekomendasi kepada parlemen dalam membuat kebijakan publik.

Menurut Yehezkel (1968 : 118 ), bahwa negara yang sedang berkembang termasuk Thailand, Rwanda, Ghana dan Indonesia lembaga eksekutif lebih berpengaruh dalam membuat kebijakan publik. Dalam proses pembuatan RUU di Indonesia, draff bisa datang dari  inisitif Presiden atau DPR atau dari kedua-duanya. Apalagi RUU terkait dengan ekonomi  APBN misalnya dapat dipastikan dari dari inisiatif Presiden. Proses pembuatan UU, dimulai dari RUU yang dibahas oleh komisi, dan gabungan dari komisi lalu rapat panitia khusus, lalu rapat di badan anggaran bersama menteri negara utusan presiden. Pembahasan berikutnya adalah siding paripurna apakah RUU diterima atau ditolak.

Peran lembaga yudikatif dalam membuat kebijakan publik
Lemabga yudikatif atau peradialn juga mempunyai wewenang untuk menentukan arah kebijakan publik. Karena lembaga ini juga sebagai actor kebijakan publik, salah satunya Mahkamah Konstitusi (MK) pada tanggal 18 pebruari 2015, membataalkan UU 7 tahun 2004 tentang sumber daya air. Mengapa UU ini di batalkan oleh MK? Karena UU ini dimanfaatkan oleh perusahaan swasta untuk mengelola sumber daya air untuk kepentingan bisnis. Akibatnya petani kekurangan air untuk mengelola sawah,  sehingga jika UU ini tidak di batalkan akan merugikan masyarakat petani dan timbul masalah. Maka pemecahannya harus membuat kebijakan publik yang baru sehingga keresahan dan kesulitan masyarakat tentang pengairan sawah dapat teratasi.

Permaslahan dengan  berlakunya UU 7 tahun 2004 juga  telah dirasakan dan berdampak  di Kota Surabaya, karena terdapat  90 lebih pengusaha eksploitasi air tanah yang mengantoni ijin untuk menyedot air dibawah tanah. Dan kegiatan ini murni untuk kepentingan bisnis dan  sangat merugikan pemerintah bahkan masyarakat perkotaan. Sehingga untuk mengawasi hal tersebut Walikota Surabaya Risma Harini  mengalami kesulitan karena satu sisi pemerintah melarang disisi lain perusahaan mengantongi surat ijin operasional. Sehingga pemerintah kota bekerjasama dengan Polwiltabes Surabaya untuk mengawasi dan menutup usaha ini. Karena dampaknya menimbulkan tanah longsor  dan sulitnya sumber air tanah yang sangat dibutuhkan pemerintah kota Surabaya. Dengan pembatalan UU 7 tahun 2004 permasalahan krisis air dalam tanah di kota Surabaya telah teratasi.

Pertimangan mempelajari kebijakan publik
Salah satu pertimbangan untuk mempelajari kebijakan publik adalah karena kebijakan publik  merupakan interaksi para actor, guna mencari solusi dalam memecahkan  masalah yang timbul dalam masyarakat. Maka suatu keharusan kebijakan publik di negara demokrasi melibatkan rakyat, karena kedaulaan negara berada di tangan rakyat. Karena kebijakan publik yang top-down tidak cocok lagi di era negara  demokrasi termasuk Indonesia, apabila kebijakan publik yang  hanya dibuat oleh para  elit politik, maka kebijakan yang dibuat  berarti bukan kebijakan publik.

Kebijakan publik sangat bermanfaat, mengapa? Karena permasalahan publik, dapat dipastikan bisa diselesaikan dengan kebijakan publik. Dan mengapa masih ada kelompok masyarakat yang apatis terhadap kebijakan publik?  Jawabannya karena kebijakan publik menurut teori  kelompok hanya untuk kepentingan penguasa negara belaka atau hanya untuk kepentingan kelopok tertentu atau politik tertentu. Maka terjadi hilangkanya kepercayaan kelompok terhadap sistem perwakilan di negara kita.

CONTOH:
Pada tahun 1973 pemerintah membuat kebijakan publik tentang menyatukan 10 partai politik menjadi 3 partai politik. Elit dan anggota parpol yang difusikan menerima keputusan, akan tetapi rakyat sangat   kecewa dengan kebijakan pemerintah. Akibatnya banyak rakyat  yang apatis, terhadap program pemerintah dan banyak yang tidak mau  berpartisipasi menyampaikan aspirasi politiknya  atau  banyak yang golput dalam pemilu berikutnya.

Mempelajari kebijakan publik sangat penting.
Menurut James E. Anderson (1990) dan Thomas R.Dye (1992) ada tiga alasan mempelajari kebijakan publik :

Alasan pertama  karena pertimbangan ilmiah (scientific reasons), mereka mengatakan  bahwa pembuatan kebijakan publik akan melalui proses  mencari akar masalah, proses menyelesaikan masalah dan perkembangan setelah masalah disikapi serta akibat masalah yang timbul dalam masyarakat. Alur ini membuat kita faham terhadap struktur masalah yang sebenarnya terjadi.Sehingga dapat disimpulkan kebijakan publik sangat perlu dipelajari. Manfaat lainnya untuk memperluas wawasan dan memperkaya pengetahuan, juga untuk mengetahui alur, langkah dan metode yang diambil oleh pembuat public policy dalam menyelesaikan maslah yang ada.

Alasan kedua  karena untuk  pertimbangan  profesi ( professional reasons). Seorang pakar Don K.Price (1965), berpendapat  bahwa alasan professional dalam membuat kebijakan publik lebih pada melihat akar masalah, ketika akar masalah sudah diketemukan  dengan cara professional, maka tindakan  dapat segera diambil dalam menyelesaikan masalah yang terjadi.

Alasan ketiga  dengan  pertimbangan politik ( Political reasons). Dengan mempelajari kebijakan publik  harapannya setiap perudangan yang dihasilkan oleh keputusan politik dalam hal ini ( legislative, yudikatif dan eksekutif) dapat menyelesaikan masalah bangsa dan negara serta dapat  memenuhi harapan masyarakat dalam segala bidang kehidupan.

Sebagai contoh lahirnya Undang-Undang 12 tahun 2003 tentang pemilihan umum, ketika UU ini di implementasikan hasilnya tidak sejalan dengan napas negara demokrasi. Alasannya sederhana para elit politik  masih ingin mendapatkan kursi di parlemen. Pertanyaannya mengapa UU 12 tahun 2003 tidak tepat dalam konteks kebijakan publik. Jawabnya sebab UU tersebut memberikan kesempatan kepada kontestan “ nomor urut jadi”  (Setidaknya nomor urut 1-3) mereka otomatis mendapatkan suara limpahan dari kontestan lain yang masih satu partai politik dengan nomor jadi. Dengan alasan kurangnya bilangan pembagi pembilang (BPP). Akibat dari sistem ini wakil rakyat  atau anggota legislative yang duduk di kursi parlemen baik di pusat maupun di daerah, pada  periode 2004-2009 mereka  bukan berdasarkan pemilihan mayoritas rakyat, tetapi karena mendapatkan limpahan suara.

Dalam kontek UU 12 tahun 2003 inilah mempelajari kebijakan publik, menjadi penting karena acapkali keputusan politik dijadikan alat manipulasi kelompok tertentu untuk mempertahankan kekuasaannya.( Sumber Agustino Leo, 2017:5).


C. DAFTAR PUSTAKA
1.Anderson, James E 1990.Public Policymaking : An Introduction , Boston : Houghton Mifflin.
2.Dye, Thomas R.1992. Understanding public policy, 7th Ed.New York : Prentice Hall
3.Price, Don K.1965.The Scientific estate .Harvard .Harvard Univercity  Press.
4.UU 12 tahun 2003 tentang Pemilihan Umum.
5.Agustino, Leo. 2017.Dasar-dasar Kebijakan Publik. ALPABETA.CV
 6.Frederickson, George .1997 The Spirit Public administration San Fransisco : Jossey Press.

  



Mohon ijin..kami dari kuminitas tabib

Ingin..mengadakan pertemuan dengan teman..teman yang lama berpisah..kami dulu Diklat dengan di asuh..mbah sokeh jombang..


Good morning myname Sarpan.

Sabtu, 02 Maret 2019


Wajibnya  Mencari Ilmu bagi Seorang Muslim.

Kita sebagai umat  islam maka sepatutnya mengkaji pedoman islam, jika kita ingin memahami islam,  pedoman umat islam tidak lain adalah kitab susi al-qur’an dan sunnah rosulluloh SAW. Maka dalam islam di katakan “Tolabi ilmi faridhotun ngala kulli muslim” artinya bahwa mencari ilmu kewajiban bagi orang muslim,atau long live education. Pentingnya belajar dalam islam, sehingga keluarlah fatwa yang mengatakan al ilmu kobla amal, ilmu itu sebelum amal artinya sebaiknya ilmu itu di pelajari sebelum mengamalkan, sehingga seseorang mengamalkan berdasarkan ilmu yang di pelajarinya. Hal ini penting sehingga seseorang beribadah tidak “ruboh kedang” artinya beribadah ikut-ikutan, sehingga seseorang ibadah tidak katanya dan katanya, bahkan ada pengertian beramal tanpa belajar ilmu dulu namanya taklit, suatu amalan yang kurang afdhol. Dan ilmu itu untuk mempedomani dalam kehidupan seseorang, mana yang di perbolehkan oleh islam mana yang di larang oleh islam, mana amalan yang pernah di contohkan rosul mana pula amalan yang tidak di sukai rosul. Sehingga seseorang bisa ibadah dengan keyakinan yang mantap sesuai yang di pedomani. Ilmu juga menentukan kehidupan di akerot nanti, apakah seseorang ibanah sudah sesuai kitab suci atau sudah sesuai contoh rosul atau belum sama sekali. Itu juga bisa dilihat dari ilmunya yang telah dia yakini, walaupun amalan yang diterima atau tidak itu adalah hak prerogatif alloh.Ilmu ini tetap sangat penting , karena dengan  ilmu akan bisa membimbing kita dalamn mencari maisya kehidupan dunia maupun akherat, maka ada dalil yang mengatakan jika kamu menghendaki keduniaan maka kalian belajarlah ilmu keduaniaan dan apabila kamu menginginkan akerot maka kalian belajarlah ilmu agama, dan jika ingin  kedua-duanya dunia dan akherot maka belajarlah kedua-duanya.

Ilmu itu adalah Gaiden untuk Ibadah
Seorang hamba alloh sebaiknya memahami tentang sebuah kehidupan, dari mana seorang makluk diciptakan, siapa yang menciptakan untuk apa di ciptakan dan kemana setelah kematian. Alloh berfirman wama kholaqo minal jinna wal insa illa liya’budunii, tuhan tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaNya. So tujuan alloh menciptakan jin dan manusia agar beribadah, kalau bicara ibadah adalah manembah kepada alloh, mengikuti petunjukNya, mengikuti perintah alloh, menjahui larangan alloh, mempercayai cerita alloh, agar hamba itu menjadi orang yang baik, baik pada dirinya, keluarganya, lingkungannya, bangsa dan negaranya, agar hidup mulya di dunia kelak di akherot mendapat istana.Jadi tugas seorang hamba  hanya amal sholeh, mencari ridhoNya semata, karena bersyukur atas nikmat alloh, dari nikmat sehat, memanfaatkan udara, panas matahari, bulan, hujan, potensi alam, bernapas, bebas melihat pemandangan, itu semua kebesaran alloh untuk memcukupi kebutuhan hambanya. Selayaknya  orang-orang iman selalu bersyukur kepada alloh karena mereka-mereka mendapat perlindunganNya, keselamtanNya, maka konsekwensinya manusia harus sholeh dan sholihat, apa yang harus dilakukan orang yang sholeh? Yang harus dilakukan adalah berfikir  yang baik dan positif, tingkah laku sesuai gelar yang di sandang, orang iman berbuat yang sholeh, sehingga menghasilkan sebuah kehidapan sejuk indah dan damai, menjadi sebuah keluarga yang syakinah, mawaddah warohmah .
Kesolehan seseorang adalah cerminan dari keimanan, keimanan adalah cahaya firman alloh yang setiap saat di ucapkan, dilafatkan di pahami dan diamalkan, maka sebagai outputnya adalah kebaikan, baik untuk dirinya, baik untuk sesama manusia, alam semesta bahkan untuk tuhannya, karena ketika seseorang hamba berbuat baik Tuhan juga meridhoinya, dan sebaliknya ketika manusia jahat maka Alloh juga akan mengutuk dan memurkainya. Salah satu cara agar manusia menjadi baik dan sholeh maka menuntut ilmu salah satu caranya, maka tidak  berkelebihan jika kita berpedoman tolabi ilmi faridhotun ngala kulli muslim, yang artinya mencari ilmu merupakan kewajiban orang islam, dengan ilmu seseorang bisa mengerjakan sesuatu yang di inginkan, segala sesuatu ada ilmunya, jika ingin menjadi pengacara, fakultas hukum tempat kuliahnya, jika ingin menjadi guru matematika fakultas mipa pilihannya, jika ingin menjadi dokter fakultas kedokteran masuknya, jika ingin menjadi bisnismen harus belajar di fakultas ekonomi dan sebagainya. Singkat kata jika ingin menguasai dunia, belajarlah ilmu dunia jika ingin akerat belajarlah ilmu akerot, jika ingi dunia dan akerot belajarlah kedua-duanya.  Maka ilmu sangat penting untuk di dapatkan, ilmu itu mudah bisa membaca buku, mendengarkan, melihat langgsung atau mengikuti pendidikan formal.

Manusia makluk yang sempurna di bandingkan makluk lainnya, maka dalam surat thin laqod kholaqna insana fi ahsanin taqwim, artinya sungguh telah alloh menciptakan manusia suatu ciptaan yang sempurna, karena apa tuhan mengatakan demikian , karena manusia di beri akal, pikiran, rasa dan karsa, dengan akalnya manusia bisa mengatur planet bumi, dengan akalnya manusia bisa menciptakan kapal terbang, dengan akalnya manusia bisa menciptakan komputer, dengan aklnya manusia bisa menciptakan mecin yang tercanggih, hanya manusia tidak dapat menciptakan manusia, kecuali alloh.  menurut Dengan ilmu manusia mendapat kemudahan yang sulit bisa menjadi mudah karena juga ilmu, contoh tanpa ilmu orang tidak akan bisa memasak dengan macam-macam jenisnya, tanpa ilmu pekerjaan akan menjadi berat, tanpa ilmu kita tidak akan bisa naik pesawat, maka pepatah mengatakan carilah ilmu walaupun ke negeri cina, karena ilmu sangat penting, tanpa ilmu kehidupan gelap dan buta, tetapi yang lebih penting ilmu itu di amalkan, gambarannya ilmu tanpa diamalkan bagaikan pohon yang tidak ada buahnya. Dalam agama di katakan al janatu uristumuha bima kuntum tak malun, surga di dapatkan karena amalan. Beruntunglah sesorang yang menganggap bahwa ilmu itu penting, sehingga mereka selalu mencarinya, walaupun ilmu itu membutuhkan perjuangan, membutuhkan materi mereka tetap mencari dan mengejarnya, walaupun sudah tua tapi baginya tidak ada lambat untuk mendapatkannya, apalagi belajar sepanjang hidup education is long time, maka mereka tidak malu ketika bersama anak muda, tidak malu ketika bertanya, karena ilmu akan membawa sebuah perubahan, perubahan dalam hidupnya, demi menyongsong masa depannya, maka ilmu sangat penting dalam sebuah kehidupan dan peradapan manusia. Ilmu itu tidak sulit, ilmu itu mudah karena ilmu bisa di pelajari, ada yang bisa di pelajari sendiri melalui membaca, ada yang bisa pelajari dengan melihat langsung, kita bisa dapat melalui pendidikan formal bisa juga kita dapat melalui pendidikan non formal, ilmu itu luas seluas lautan, ilmu itu bisa menutun untuk memecahkan fenomena soasial, ekonomi, hukum, politik dan masih banyak lagi, dengan kata lain dengan ilmu segala sesuatu bisa di selesaikan. Menimba ilmu itu menyenangkan, karena ilmu itu membuat seseorang menjadi dinamis, mampu membawa perubahan, menambah wawasan baru, membawa perubahan bahkan ilmu akan meningkatkan derajat seseorang baik didunia maupun di akerot kelak. tetapi yang terpenting dengan belajar ilmu mampu mengubah perilaku memjadi karakter, ilmu mampu merubah sikap seseorang dalam kehidupan sehari-hari nitulah hakekat ilmu.

Semua aktivitas orang yang berilmu dan beriman kepada alloh dan hari kiamat pada hakikinya adalah untuk mencari ridhoNya, untuk menciptakan kedamaian sesama manusia, bukankah rumahmu adalah surgamu, bukan rumahmu istanamu, artinya rumah agar dihiasi hal-hal yang bagus yang bajik, di hiasi bacaan alqur,an, di hiasi komukasi yang santun dan doa penuh keslamatan, ucapan salam dan doa itulah kehidupan orang yang beriman, sehingga adala sebuah fatwa dari ulama ciptakan rumah dan kehidupan kalian sebagai kehidupan dan rumah surga yang penuh keindahan dan kesejukan.. Kehidupan seseorang bisa damai bagaikan kehidupan di surga, karena dalam hidupnya mendapat buah sebuah ilmu, maka dalam agama ilmu itu sangat penting dan menentukan, bahkan ada sebuah ungkapan al ilmu kobla amal, ilmu itu dikerjakan sebelum beramal, maka pentingnya ilmu harus di perjuangkan, seseorang mendapatkan ilmu harus mengaji dan sekolah baik formal maupun non formal, walaupun biaya pendidikan masih mahal tapi tetap di perjuangkan, walaupun pendidikan ini adalah kewajiban pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, tapi secara realita hasilnya belum maksimal, karena pentingnya ilmu, menyekolahkan anak sebagai memberi pancing pada anak, biarlah ikannya mencari sendiri. Anak tidak di beri ikan, karena kalau diberi ikan, ikan habis minta lagi kepada orang tua, akhirnya hidupnya menggantungkan orang tua itulah gambaran pentingnya sebuah ilmu..dalam hal ini ilmu yang bermanfaat, ilmu yang manfaat yang memberkahi dirinya sendiri, keluarganya, lingkungannya bangsa dan negaranya, itulah ilmu yang barokah, itulah hakekat sebuah ilmu, yang mampu membawa perubahan, ya perubahan yang baik, perubahan membangun peradaban bangsa dan negara. Ilmu adalah bungah-bunga ibadah, berdoa adalah senjata orang iman, amal dalah buah sebuah ilmu, ketika ilmu di pelajari dengan sunguh-sungguh seseorang akan mendapatkan hikmat sebuah ilmu, ilmu akan menerangi kehidupan seseorang, ilmu akan mendatangkan kebajikan bagi dirinya sendiri dan bagi lingkungannya.Tetapi sebaliknya apabila mencari ilmu tidak sungguh-sungguh, tidak sepenuh hati, akibatnya seseorang malas, karena tidak mendapat manfaat dari ilmu, ilmu seolah-olah tidak ada gunanya ilmu tidak bisa membawa perubahan dalam hidupnya. Celakanya lagi salah menafsirkan sebuah ilmu, salah menerapkan, salah menterjemahkan apalagi salah niat, ilmu hanya untuk riak, sombong, agar dikatakan orang berilmu, apalagi untuk kepentingan jahat, maka ilmu akan merusak dirinya, lingkungannya bangsa dan negara itulah terorisme, membunuh sesama manusia tidak merasa bersalah dan berdosa, itulah akibat ilmu yang salah niat dan salah hakekat sebuah ilmu.Inilah pentingnya mencari ilmu yang bermanfaat, inilah pentingnya ilmu harus ada pembimbingnya, harus ada gurunya, sehingga tau akan manfaat ilmu dan kefadolannya mencari ilmu, tanpa ada bimbingan ilmu itu akan mengalami salah makna dan pengertian dalam mempraktekkannya.  .ilmu yang paling hakiki dan afdol adalah ilmu yang berasal dari firman alloh dan tuntunan rosulalloh, belajar dengan tekun dan iklas kemudian diamalkan dalam ibadah, diamalkan untuk menolong sesama umat manusia, karena sumber dari segala ilmu adalag Al-Quranul Karim, dan sebaik-baiknya contoh adalah kanjeng Nabi Muhammad Rosulallohu ngalaihissalam.

Akhlak yang  Mulia  Mencerminkan Budi Yang Luhur
Aklak merupakan sumber dari behaviur atau tingkah laku seseorang, apabila kita mempunyai aklak baik maka perilaku atau behavier kita hampir pasti baik, dan sebaliknya jika seseorang ber aklak buruk hampir pasti perbuatannya pasti buruk, maka orang yang paling mulya di hadapan alloh nanti adalah orang yang memiliki aklaqul karimah atau aklak yang mulya.  .Ada benang merah antara ilmu dan aklak seseorang, karena ilmu bagaikan nahkoda kapal yang akan menyeberangi sebuah samudra nan luas dan berbahaya , nahkoda akan berhadapan dengan ganasnya angin, gelombang dan ombak di tengah samudra yang luas. Apakah kapal akan selamat sampai tujuan atau sebaliknya, ataukah kapal akan terombang-ambing di bawa gelombang laut yang ganas dan mengerikan. Kalau ingin melihat kedalaman ilmu seseorang, sebenarnya tidak terlalu sulit tinggal melihat perilaku orang tersebut, apakah seseorang frendly ataukah egoistis, apakah care terhadap orang lain ataukah masa bodoh terhadap lingkungannya, apakah mau berkorban untuk orang lain atau mementingkan dirinya sendiri, apakah seseorang over acting apakah dia bersikap tumukninah dan santai, jika seseorang berilmu yang kokoh dan kuat, tentu mencerminkan sikap yang bijak dan bersahabat, memiliki kepribadian dan diterima oleh lingkungannya..Apalagi kita mengaku diri sebagai orang islam, seharusnyalah menuntut ilmu tiada jemu, ilmu makin dicari kita makin haus, artinya betapa kecilnya diri kita, sedangkan ilmu alloh maha besar, di gambarkan jari kita masukkan dalam air lautan kemudian kita angkat tetesan air dari jari itu adalah ilmu yang di miliki umat manusia sedangkan air di lautan itu adalah ilmu milik alloh ngaza wajalla. Sehingga betapa sedikitnya ilmu yang masih kita pelajari, alangkah malasnya kita jika tidak menuntut ilmu. Telah banyak penjelasan di atas betapa pentingnya sebuah ilmu, kerena ilmu sebagai gaiden aklak manusia, seseorang berprilaku akan di pengaruhi aklak, aklan akan dipedomani oleh ilmu seseorang, maka tujuan mencari ilmu adalah untuk memperbaiki aklak, buah aklak adalah perilaku yang baik, perilaku yang baik akan membawa manfaat baik diri maupun orang lain. Sebaik-baiknya aklak manusia adalah aklaknya Baginda Rosullalloh Nabi Muhammad. Dalam islam ajarannya tegas tetapi lunak dalam implementasikan suatu contoh “Lakum Dinukum Waliyadin” Bagi agamaku adalah keyakinanku dan bagi agamamu juga keyakinanmu, artinya keyakinan boleh beda tetapi dalam ilmu tidak membatasi kemanfaatannya, ilmu harus bermanfaat bagi semua kehidupan manusia walaupun berbeda keyakinan dan agama. Jelas bahwa islam di turunkan untuk keselamatan semua isi alam, al islam lil alamin. Jadi tidak benar kalau islam mengajari radikalisme, menghalalkan harta dan darahnya orang di luar islam, bahkan ada sebuah cerita seorang pelacur memberi minum pada anjing yang kehausan mendapat pengampunan dari alloh, artinya apa pelacur hidupnya bergelimangan noda hitam dan bermandikan lumpur hitan penuh dosapun alloh maha mengampuni, tentu tobat dulu baru ibadah, sedangkan anjing adalah binatang yang tak berdosa tapi air liurnya najis menurut ajaran islam, tetapi kita orang islam juga tidak boleh semena-mena untuk menganiayanya, anjing adalah binatang ciptaan alloh masih ada sisi baiknya, bahkan bisa untuk menjaga kebun, menggembala binatang, tetapi di bagian air liurnya mengandung najis, maka binatang tersebut tidak boleh di taruh dalam rumah tangga. Sama halnya semua manusia itu ciptaan alloh yang paling sempurna, tetapi pada saat tertentu manusia tidak boleh dalam rumah kecuali mandi jinabat atau wudu dulu, yaitu seseorang setelah bersetubuh dengan pasangannya. Ada apa? Manusia seolah-olah najis ya memang karena jika, belum mandi junub atau mengambil air wudlu malaikat rohmad tidak mau masuk ke dalam rumah kita untuk memberiri rahmad pada kita. Uraian diatas betapa pentingnya ilmu dalam kehidupan se hari-hari tanpa ilmu kita gelap untuk beribadah, menurut akal sehat mungkin benar, baik dan bermanfaat  tetapi menurt agama mungkin kurang afdhol atau ekstremnya kurang syah. Maka betapa pentingnya orang hidup berpegang pada taliyalloh dan sunnah rosullalloh. Ajaran islam itu luas, kita di ajari, disipin, jujur, amanah, hidup hemat, tidak boros, dalam memecahkan masalah harus ada musyawaroh. Dan berbudi luhur untuk semua umat manusia itu hakiki sebuah ajaran agama.

Sebuah resume tentu tidak lengkap dan mantap, sebuah persfektif yang kurang efektif tapi tidak menjadi masalah, ilmu akan mempengaruhi aklak manusia, sedangkan aklak mempengaruhi perilaku manusia dalam berpikir berucap, bersikap dan berbuat. Seorang muslim pedoman hidupnya dalah kitab suci alqur,an dan juknisnya adalah alhadist, tetapi ilmu itu harus di kaji secara mendetil dan mendalam. Dalam bertidak harus hati-hati dalam menterjemahkan, kita belajar agama tidak boleh sepotong-sepotong, tidak boleh mengambil potongan untuk kepentingan politik, kepentingan sekelompok orang dengan dalih agama, untuk menghina dan  merendahkan umat lain atau umat agama selain islam itulah hakiki dari sebuah manfaat ilmu.

Menuntut ilmu kewajiban bagi segenap umat manusia dari lahir hingga masuk keliang lahat, tentu ilmu yang bermanfaat dan meningkatkan martabat, bukan ilmu yang jahat dan membawa manusia menjadi sesat. Dalam sebuat hadist dikatakan Tolabi ilmi faridotun ngala kulli muslim artinya mencari ilmu kewajiban setiap orang muslim baik tua muda laki maupun pun wanita. Maka dalam hadist lain dikatakan al ilmu kobla amal, mencari ilmu dulu baru beramal, agar amalan ada dasarnya, agar menambah keyakinan bagi yang mengamalkannya, agar kita tidak ruboh gedang agar kita tidak taklit.Sehingga ilmu betul betul jadi pedoman hidup, tuntunan bukan tontonan, dalam beribadah yang akan bisa membawa keberkahan, keselamatan, fiddunya wal akheroh. Islam diturunkan oleh alloh melalui malaikat jibril dan alloh memilih Nabi Muhammad sebagai utusan untuk menyempurnakan agama sebelumnya adalah tugas yang mulya. Maka islam tidak hanya untuk keberkahan orang islam saja tetapi keberkahan semua umat manusia, yang mempunyai keyakinan di luar islam, karena islam ajarannya tidak sempit, islam harus bisa bekerjasama dengan selain warga muslim, kerena islam rahmatan lil alamin, islam pemersatu bangsa. Yang pernah di contohkan Nabi Muhammad, beliau selalu menghormati umat lainnya, berhubungan para pendeta, berbuat baik dengan tetangga walaupun tetangganya sebelah bukan orang muslim, bahkan beliau mau bekerjasama dengan kaum kafir kaum yang tidak mau percaya pada Tuhan, namanya kafir “ Dhimi” orang kafir yang tidak di perangi Nabi dan umatnya saat itu. Karena betapa pentingnya ilmu menurut islam hingga Nabi Muhammad bersabda tuntutlahlah ilmu walaupun sampai negeri cina. Artinya bahwa ilmu sangat penting menurut islam, walaupun jauh, sulit, dengan biaya tinggi tetap di belani, tetap ilmu dikembangkan dan diperjuangkan. Dan ilmu di katakan berkembang berbuah dan berbarokah apabila ada manfaatnya dalam sebuah kehidupan, jangan sampai gambaran orang berilmu tapi tidak bisa mengamalkan” besar dosanya bagi orang mengerti ilmunya tetapi tidak mengamalkannya bahkan melanggar aturan agama” . Semoga ilmu yang kita miliki, kita perjuangkan dan kita yakini kebenarannya mendapat ridho dan bimbingan alloh untuk mengamalkan ke jalan agama alloh yang Maha Tinggi dan Maha  Besar. Dengan demikian kita termasuk orang yang berilmu dan di angkat derajat kemulyaan oleh Alloh SWT,   baik di dunia dan di akherat nanti, semoga.



Wajibnya Mencari Ilmu bagi Seorang Muslim


Wajibnya  Mencari Ilmu bagi Seorang Muslim.

Kita sebagai umat  islam maka sepatutnya mengkaji pedoman islam, jika kita ingin memahami islam,  pedoman umat islam tidak lain adalah kitab susi al-qur’an dan sunnah rosulluloh SAW. Maka dalam islam di katakan “Tolabi ilmi faridhotun ngala kulli muslim” artinya bahwa mencari ilmu kewajiban bagi orang muslim,atau long live education. Pentingnya belajar dalam islam, sehingga keluarlah fatwa yang mengatakan al ilmu kobla amal, ilmu itu sebelum amal artinya sebaiknya ilmu itu di pelajari sebelum mengamalkan, sehingga seseorang mengamalkan berdasarkan ilmu yang di pelajarinya. Hal ini penting sehingga seseorang beribadah tidak “ruboh kedang” artinya beribadah ikut-ikutan, sehingga seseorang ibadah tidak katanya dan katanya, bahkan ada pengertian beramal tanpa belajar ilmu dulu namanya taklit, suatu amalan yang kurang afdhol. Dan ilmu itu untuk mempedomani dalam kehidupan seseorang, mana yang di perbolehkan oleh islam mana yang di larang oleh islam, mana amalan yang pernah di contohkan rosul mana pula amalan yang tidak di sukai rosul. Sehingga seseorang bisa ibadah dengan keyakinan yang mantap sesuai yang di pedomani. Ilmu juga menentukan kehidupan di akerot nanti, apakah seseorang ibanah sudah sesuai kitab suci atau sudah sesuai contoh rosul atau belum sama sekali. Itu juga bisa dilihat dari ilmunya yang telah dia yakini, walaupun amalan yang diterima atau tidak itu adalah hak prerogatif alloh.Ilmu ini tetap sangat penting , karena dengan  ilmu akan bisa membimbing kita dalamn mencari maisya kehidupan dunia maupun akherat, maka ada dalil yang mengatakan jika kamu menghendaki keduniaan maka kalian belajarlah ilmu keduaniaan dan apabila kamu menginginkan akerot maka kalian belajarlah ilmu agama, dan jika ingin  kedua-duanya dunia dan akherot maka belajarlah kedua-duanya.

Ilmu itu adalah Gaiden untuk Ibadah
Seorang hamba alloh sebaiknya memahami tentang sebuah kehidupan, dari mana seorang makluk diciptakan, siapa yang menciptakan untuk apa di ciptakan dan kemana setelah kematian. Alloh berfirman wama kholaqo minal jinna wal insa illa liya’budunii, tuhan tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaNya. So tujuan alloh menciptakan jin dan manusia agar beribadah, kalau bicara ibadah adalah manembah kepada alloh, mengikuti petunjukNya, mengikuti perintah alloh, menjahui larangan alloh, mempercayai cerita alloh, agar hamba itu menjadi orang yang baik, baik pada dirinya, keluarganya, lingkungannya, bangsa dan negaranya, agar hidup mulya di dunia kelak di akherot mendapat istana.Jadi tugas seorang hamba  hanya amal sholeh, mencari ridhoNya semata, karena bersyukur atas nikmat alloh, dari nikmat sehat, memanfaatkan udara, panas matahari, bulan, hujan, potensi alam, bernapas, bebas melihat pemandangan, itu semua kebesaran alloh untuk memcukupi kebutuhan hambanya. Selayaknya  orang-orang iman selalu bersyukur kepada alloh karena mereka-mereka mendapat perlindunganNya, keselamtanNya, maka konsekwensinya manusia harus sholeh dan sholihat, apa yang harus dilakukan orang yang sholeh? Yang harus dilakukan adalah berfikir  yang baik dan positif, tingkah laku sesuai gelar yang di sandang, orang iman berbuat yang sholeh, sehingga menghasilkan sebuah kehidapan sejuk indah dan damai, menjadi sebuah keluarga yang syakinah, mawaddah warohmah .
Kesolehan seseorang adalah cerminan dari keimanan, keimanan adalah cahaya firman alloh yang setiap saat di ucapkan, dilafatkan di pahami dan diamalkan, maka sebagai outputnya adalah kebaikan, baik untuk dirinya, baik untuk sesama manusia, alam semesta bahkan untuk tuhannya, karena ketika seseorang hamba berbuat baik Tuhan juga meridhoinya, dan sebaliknya ketika manusia jahat maka Alloh juga akan mengutuk dan memurkainya. Salah satu cara agar manusia menjadi baik dan sholeh maka menuntut ilmu salah satu caranya, maka tidak  berkelebihan jika kita berpedoman tolabi ilmi faridhotun ngala kulli muslim, yang artinya mencari ilmu merupakan kewajiban orang islam, dengan ilmu seseorang bisa mengerjakan sesuatu yang di inginkan, segala sesuatu ada ilmunya, jika ingin menjadi pengacara, fakultas hukum tempat kuliahnya, jika ingin menjadi guru matematika fakultas mipa pilihannya, jika ingin menjadi dokter fakultas kedokteran masuknya, jika ingin menjadi bisnismen harus belajar di fakultas ekonomi dan sebagainya. Singkat kata jika ingin menguasai dunia, belajarlah ilmu dunia jika ingin akerat belajarlah ilmu akerot, jika ingi dunia dan akerot belajarlah kedua-duanya.  Maka ilmu sangat penting untuk di dapatkan, ilmu itu mudah bisa membaca buku, mendengarkan, melihat langgsung atau mengikuti pendidikan formal.

Manusia makluk yang sempurna di bandingkan makluk lainnya, maka dalam surat thin laqod kholaqna insana fi ahsanin taqwim, artinya sungguh telah alloh menciptakan manusia suatu ciptaan yang sempurna, karena apa tuhan mengatakan demikian , karena manusia di beri akal, pikiran, rasa dan karsa, dengan akalnya manusia bisa mengatur planet bumi, dengan akalnya manusia bisa menciptakan kapal terbang, dengan akalnya manusia bisa menciptakan komputer, dengan aklnya manusia bisa menciptakan mecin yang tercanggih, hanya manusia tidak dapat menciptakan manusia, kecuali alloh.  menurut Dengan ilmu manusia mendapat kemudahan yang sulit bisa menjadi mudah karena juga ilmu, contoh tanpa ilmu orang tidak akan bisa memasak dengan macam-macam jenisnya, tanpa ilmu pekerjaan akan menjadi berat, tanpa ilmu kita tidak akan bisa naik pesawat, maka pepatah mengatakan carilah ilmu walaupun ke negeri cina, karena ilmu sangat penting, tanpa ilmu kehidupan gelap dan buta, tetapi yang lebih penting ilmu itu di amalkan, gambarannya ilmu tanpa diamalkan bagaikan pohon yang tidak ada buahnya. Dalam agama di katakan al janatu uristumuha bima kuntum tak malun, surga di dapatkan karena amalan. Beruntunglah sesorang yang menganggap bahwa ilmu itu penting, sehingga mereka selalu mencarinya, walaupun ilmu itu membutuhkan perjuangan, membutuhkan materi mereka tetap mencari dan mengejarnya, walaupun sudah tua tapi baginya tidak ada lambat untuk mendapatkannya, apalagi belajar sepanjang hidup education is long time, maka mereka tidak malu ketika bersama anak muda, tidak malu ketika bertanya, karena ilmu akan membawa sebuah perubahan, perubahan dalam hidupnya, demi menyongsong masa depannya, maka ilmu sangat penting dalam sebuah kehidupan dan peradapan manusia. Ilmu itu tidak sulit, ilmu itu mudah karena ilmu bisa di pelajari, ada yang bisa di pelajari sendiri melalui membaca, ada yang bisa pelajari dengan melihat langsung, kita bisa dapat melalui pendidikan formal bisa juga kita dapat melalui pendidikan non formal, ilmu itu luas seluas lautan, ilmu itu bisa menutun untuk memecahkan fenomena soasial, ekonomi, hukum, politik dan masih banyak lagi, dengan kata lain dengan ilmu segala sesuatu bisa di selesaikan. Menimba ilmu itu menyenangkan, karena ilmu itu membuat seseorang menjadi dinamis, mampu membawa perubahan, menambah wawasan baru, membawa perubahan bahkan ilmu akan meningkatkan derajat seseorang baik didunia maupun di akerot kelak. tetapi yang terpenting dengan belajar ilmu mampu mengubah perilaku memjadi karakter, ilmu mampu merubah sikap seseorang dalam kehidupan sehari-hari nitulah hakekat ilmu.

Semua aktivitas orang yang berilmu dan beriman kepada alloh dan hari kiamat pada hakikinya adalah untuk mencari ridhoNya, untuk menciptakan kedamaian sesama manusia, bukankah rumahmu adalah surgamu, bukan rumahmu istanamu, artinya rumah agar dihiasi hal-hal yang bagus yang bajik, di hiasi bacaan alqur,an, di hiasi komunikasi yang santun dan doa penuh keslamatan, ucapan salam dan doa itulah kehidupan orang yang beriman, sehingga adala sebuah fatwa dari ulama ciptakan rumah dan kehidupan kalian sebagai kehidupan dan rumah surga yang penuh keindahan dan kesejukan.. Kehidupan seseorang bisa damai bagaikan kehidupan di surga, karena dalam hidupnya mendapat buah sebuah ilmu, maka dalam agama ilmu itu sangat penting dan menentukan, bahkan ada sebuah ungkapan al ilmu kobla amal, ilmu itu dikerjakan sebelum beramal, maka pentingnya ilmu harus di perjuangkan, seseorang mendapatkan ilmu harus mengaji dan sekolah baik formal maupun non formal, walaupun biaya pendidikan masih mahal tapi tetap di perjuangkan, walaupun pendidikan ini adalah kewajiban pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, tapi secara realita hasilnya belum maksimal, karena pentingnya ilmu, menyekolahkan anak sebagai memberi pancing pada anak, biarlah ikannya mencari sendiri. Anak tidak di beri ikan, karena kalau diberi ikan, ikan habis minta lagi kepada orang tua, akhirnya hidupnya menggantungkan orang tua itulah gambaran pentingnya sebuah ilmu..dalam hal ini ilmu yang bermanfaat, ilmu yang manfaat yang memberkahi dirinya sendiri, keluarganya, lingkungannya bangsa dan negaranya, itulah ilmu yang barokah, itulah hakekat sebuah ilmu, yang mampu membawa perubahan, ya perubahan yang baik, perubahan membangun peradaban bangsa dan negara. Ilmu adalah bungah-bunga ibadah, berdoa adalah senjata orang iman, amal dalah buah sebuah ilmu, ketika ilmu di pelajari dengan sunguh-sungguh seseorang akan mendapatkan hikmat sebuah ilmu, ilmu akan menerangi kehidupan seseorang, ilmu akan mendatangkan kebajikan bagi dirinya sendiri dan bagi lingkungannya.Tetapi sebaliknya apabila mencari ilmu tidak sungguh-sungguh, tidak sepenuh hati, akibatnya seseorang malas, karena tidak mendapat manfaat dari ilmu, ilmu seolah-olah tidak ada gunanya ilmu tidak bisa membawa perubahan dalam hidupnya. Celakanya lagi salah menafsirkan sebuah ilmu, salah menerapkan, salah menterjemahkan apalagi salah niat, ilmu hanya untuk riak, sombong, agar dikatakan orang berilmu, apalagi untuk kepentingan jahat, maka ilmu akan merusak dirinya, lingkungannya bangsa dan negara itulah terorisme, membunuh sesama manusia tidak merasa bersalah dan berdosa, itulah akibat ilmu yang salah niat dan salah hakekat sebuah ilmu.Inilah pentingnya mencari ilmu yang bermanfaat, inilah pentingnya ilmu harus ada pembimbingnya, harus ada gurunya, sehingga tau akan manfaat ilmu dan kefadolannya mencari ilmu, tanpa ada bimbingan ilmu itu akan mengalami salah makna dan pengertian dalam mempraktekkannya.  .ilmu yang paling hakiki dan afdol adalah ilmu yang berasal dari firman alloh dan tuntunan rosulalloh, belajar dengan tekun dan iklas kemudian diamalkan dalam ibadah, diamalkan untuk menolong sesama umat manusia, karena sumber dari segala ilmu adalag Al-Quranul Karim, dan sebaik-baiknya contoh adalah kanjeng Nabi Muhammad Rosulallohu ngalaihissalam.

Akhlak yang  Mulia  Mencerminkan Budi Yang Luhur
Aklak merupakan sumber dari behaviur atau tingkah laku seseorang, apabila kita mempunyai aklak baik maka perilaku atau behavier kita hampir pasti baik, dan sebaliknya jika seseorang ber aklak buruk hampir pasti perbuatannya pasti buruk, maka orang yang paling mulya di hadapan alloh nanti adalah orang yang memiliki aklaqul karimah atau aklak yang mulya.  .Ada benang merah antara ilmu dan aklak seseorang, karena ilmu bagaikan nahkoda kapal yang akan menyeberangi sebuah samudra nan luas dan berbahaya , nahkoda akan berhadapan dengan ganasnya angin, gelombang dan ombak di tengah samudra yang luas. Apakah kapal akan selamat sampai tujuan atau sebaliknya, ataukah kapal akan terombang-ambing di bawa gelombang laut yang ganas dan mengerikan. Kalau ingin melihat kedalaman ilmu seseorang, sebenarnya tidak terlalu sulit tinggal melihat perilaku orang tersebut, apakah seseorang frendly ataukah egoistis, apakah care terhadap orang lain ataukah masa bodoh terhadap lingkungannya, apakah mau berkorban untuk orang lain atau mementingkan dirinya sendiri, apakah seseorang over acting apakah dia bersikap tumukninah dan santai, jika seseorang berilmu yang kokoh dan kuat, tentu mencerminkan sikap yang bijak dan bersahabat, memiliki kepribadian dan diterima oleh lingkungannya..Apalagi kita mengaku diri sebagai orang islam, seharusnyalah menuntut ilmu tiada jemu, ilmu makin dicari kita makin haus, artinya betapa kecilnya diri kita, sedangkan ilmu alloh maha besar, di gambarkan jari kita masukkan dalam air lautan kemudian kita angkat tetesan air dari jari itu adalah ilmu yang di miliki umat manusia sedangkan air di lautan itu adalah ilmu milik alloh ngaza wajalla. Sehingga betapa sedikitnya ilmu yang masih kita pelajari, alangkah malasnya kita jika tidak menuntut ilmu. Telah banyak penjelasan di atas betapa pentingnya sebuah ilmu, kerena ilmu sebagai gaiden aklak manusia, seseorang berprilaku akan di pengaruhi aklak, aklan akan dipedomani oleh ilmu seseorang, maka tujuan mencari ilmu adalah untuk memperbaiki aklak, buah aklak adalah perilaku yang baik, perilaku yang baik akan membawa manfaat baik diri maupun orang lain. Sebaik-baiknya aklak manusia adalah aklaknya Baginda Rosullalloh Nabi Muhammad. Dalam islam ajarannya tegas tetapi lunak dalam implementasikan suatu contoh “Lakum Dinukum Waliyadin” Bagi agamaku adalah keyakinanku dan bagi agamamu juga keyakinanmu, artinya keyakinan boleh beda tetapi dalam ilmu tidak membatasi kemanfaatannya, ilmu harus bermanfaat bagi semua kehidupan manusia walaupun berbeda keyakinan dan agama. Jelas bahwa islam di turunkan untuk keselamatan semua isi alam, al islam lil alamin. Jadi tidak benar kalau islam mengajari radikalisme, menghalalkan harta dan darahnya orang di luar islam, bahkan ada sebuah cerita seorang pelacur memberi minum pada anjing yang kehausan mendapat pengampunan dari alloh, artinya apa pelacur hidupnya bergelimangan noda hitam dan bermandikan lumpur hitan penuh dosapun alloh maha mengampuni, tentu tobat dulu baru ibadah, sedangkan anjing adalah binatang yang tak berdosa tapi air liurnya najis menurut ajaran islam, tetapi kita orang islam juga tidak boleh semena-mena untuk menganiayanya, anjing adalah binatang ciptaan alloh masih ada sisi baiknya, bahkan bisa untuk menjaga kebun, menggembala binatang, tetapi di bagian air liurnya mengandung najis, maka binatang tersebut tidak boleh di taruh dalam rumah tangga. Sama halnya semua manusia itu ciptaan alloh yang paling sempurna, tetapi pada saat tertentu manusia tidak boleh dalam rumah kecuali mandi jinabat atau wudu dulu, yaitu seseorang setelah bersetubuh dengan pasangannya. Ada apa? Manusia seolah-olah najis ya memang karena jika, belum mandi junub atau mengambil air wudlu malaikat rohmad tidak mau masuk ke dalam rumah kita untuk memberiri rahmad pada kita. Uraian diatas betapa pentingnya ilmu dalam kehidupan se hari-hari tanpa ilmu kita gelap untuk beribadah, menurut akal sehat mungkin benar, baik dan bermanfaat  tetapi menurt agama mungkin kurang afdhol atau ekstremnya kurang syah. Maka betapa pentingnya orang hidup berpegang pada taliyalloh dan sunnah rosullalloh. Ajaran islam itu luas, kita di ajari, disipin, jujur, amanah, hidup hemat, tidak boros, dalam memecahkan masalah harus ada musyawaroh. Dan berbudi luhur untuk semua umat manusia itu hakiki sebuah ajaran agama.

Sebuah resume tentu tidak lengkap dan mantap, sebuah persfektif yang kurang efektif tapi tidak menjadi masalah, ilmu akan mempengaruhi aklak manusia, sedangkan aklak mempengaruhi perilaku manusia dalam berpikir berucap, bersikap dan berbuat. Seorang muslim pedoman hidupnya dalah kitab suci alqur,an dan juknisnya adalah alhadist, tetapi ilmu itu harus di kaji secara mendetil dan mendalam. Dalam bertidak harus hati-hati dalam menterjemahkan, kita belajar agama tidak boleh sepotong-sepotong, tidak boleh mengambil potongan untuk kepentingan politik, kepentingan sekelompok orang dengan dalih agama, untuk menghina dan  merendahkan umat lain atau umat agama selain islam itulah hakiki dari sebuah manfaat ilmu.

Menuntut ilmu kewajiban bagi segenap umat manusia dari lahir hingga masuk keliang lahat, tentu ilmu yang bermanfaat dan meningkatkan martabat, bukan ilmu yang jahat dan membawa manusia menjadi sesat. Dalam sebuat hadist dikatakan Tolabi ilmi faridotun ngala kulli muslim artinya mencari ilmu kewajiban setiap orang muslim baik tua muda laki maupun pun wanita. Maka dalam hadist lain dikatakan al ilmu kobla amal, mencari ilmu dulu baru beramal, agar amalan ada dasarnya, agar menambah keyakinan bagi yang mengamalkannya, agar kita tidak ruboh gedang agar kita tidak taklit.Sehingga ilmu betul betul jadi pedoman hidup, tuntunan bukan tontonan, dalam beribadah yang akan bisa membawa keberkahan, keselamatan, fiddunya wal akheroh. Islam diturunkan oleh alloh melalui malaikat jibril dan alloh memilih Nabi Muhammad sebagai utusan untuk menyempurnakan agama sebelumnya adalah tugas yang mulya. Maka islam tidak hanya untuk keberkahan orang islam saja tetapi keberkahan semua umat manusia, yang mempunyai keyakinan di luar islam, karena islam ajarannya tidak sempit, islam harus bisa bekerjasama dengan selain warga muslim, kerena islam rahmatan lil alamin, islam pemersatu bangsa. Yang pernah di contohkan Nabi Muhammad, beliau selalu menghormati umat lainnya, berhubungan para pendeta, berbuat baik dengan tetangga walaupun tetangganya sebelah bukan orang muslim, bahkan beliau mau bekerjasama dengan kaum kafir kaum yang tidak mau percaya pada Tuhan, namanya kafir “ Dhimi” orang kafir yang tidak di perangi Nabi dan umatnya saat itu. Karena betapa pentingnya ilmu menurut islam hingga Nabi Muhammad bersabda tuntutlahlah ilmu walaupun sampai negeri cina. Artinya bahwa ilmu sangat penting menurut islam, walaupun jauh, sulit, dengan biaya tinggi tetap di belani, tetap ilmu dikembangkan dan diperjuangkan. Dan ilmu di katakan berkembang berbuah dan berbarokah apabila ada manfaatnya dalam sebuah kehidupan, jangan sampai gambaran orang berilmu tapi tidak bisa mengamalkan” besar dosanya bagi orang mengerti ilmunya tetapi tidak mengamalkannya bahkan melanggar aturan agama” . Semoga ilmu yang kita miliki, kita perjuangkan dan kita yakini kebenarannya mendapat ridho dan bimbingan alloh untuk mengamalkan ke jalan agama alloh yang Maha Tinggi dan Maha  Besar. Dengan demikian kita termasuk orang yang berilmu dan di angkat derajat kemulyaan oleh Alloh SWT,   baik di dunia dan di akherat nanti, semoga.



Materi Kuliah Pemberdayaan Sosial


Pemberdayaan Masyarakat dalam rangka membangun sebuah bangsa.
A.PENDAHULUAN
Konsep pemberdayaan mulai di perkenalkan pada tahun 1970, dengan munculnya konsep ini maka di ikuti aliran baru seperti legitimasi, kebebasan dan civil society. Kemudian di susul abad ke 20 dengan aliran post-modernisme aliran ini menitik beratkan pada anti struktur yang diaplikasikan  pada dunia kekuasaan. Munculnya konsep pemberdayaan di sebabkan dari reaksi alam pikiran, tata masyarakat dan tata budaya yang berkembang sebelumnya dalam suatu  Negara.Pada awal munculnya modernisasi konsep power and powerment sebagai pilihan baru dalam membangun masyarakat. Karena proses ini bisa lihat dari depowerment dari kekuasaan yang absolut.kemudian konsep ini digantikan dengan konsep baru yang berdasarkan idiil manusia dan kemanusiaan.
Pemberdayaan menurut arti secara bahasa adalah proses, cara, membuat berdaya, yaitu kemampuan untuk melakukan sesuatu atau kemampuan bertindak yang berupa akal, ikhtiar atau upaya (Depdiknas, 2003). Masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu  sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama (Koentjaraningrat, 2009). Dalam beberapa kajian mengenai pembangunan komunitas, pemberdayaan masyarakat sering dimaknai sebagai upaya untuk memberikan kekuasaan agar suara mereka didengar guna memberikan kontribusi kepada perencanaan dan keputusan yang mempengaruhi komunitasnya (Foy, 1994). Pemberdayaan adalah proses transisi dari keadaan ketidakberdayaan ke keadaan kontrol relatif atas kehidupan seseorang, takdir, dan lingkungan (sadan,1997).
Menurut Mubarak (2010) pemberdayaan  masyarakat dapat diartikan sebagai upaya untuk memulihkan atau meningkatkan  kemampuan suatu komunitas untuk mampu berbuat sesuai dengan harkat dan  martabat mereka dalam melaksanakan hak-hak dan tanggung jawabnya selaku  anggota masyarakat.  Pemberdayaan pendekatan proses lebih  memungkinkan pelaksanaan pembangunan yang memanusiakan manusia. Dalam  pandangan ini pelibatan masyarakat dalam pembangunan lebih mengarah kepada  bentuk partisipasi, bukan dalam bentuk mobilisasi. Partisipasi masyarakat dalam  perumusan program membuat masyarakat tidak semata-mata berkedudukan  sebagai konsumen program, tetapi juga sebagai produsen karena telah ikut serta  terlibat dalam proses pembuatan dan perumusannya, sehingga masyarakat merasa  ikut memiliki program tersebut dan mempunyai tanggung jawab bagi  keberhasilannya serta memiliki motivasi yang lebih bagi partisipasi pada tahaptahap berikutnya (Soetomo, 2006).
B.PEMBAHASAN
Konsep Pemberdayaan Masyarakat , Power and powerment  when planning, why globalitation, how participation, who government, what poor people, where civil society.konsep berasal dari bahasa latin conceptum, artinya sesuatu yang dipahami. Konsep merupakan suatu ide atau gambaran pikiran seseorang, yang dinyatakan dalam suatu kalimat atau narasi. Secara konseptual, pemberdayaan atau  empowerment, berasal dari kata power yang berarti kekuasaan atau keberdayaan. Konsep pemberdayaan berawal dari penguatan modal sosial dalam masyarakat yang meliputi penguatan. Apabila kita sudah mempunyai  Kepercayaan (trusts), Patuh Aturan (role), dan Jaringan (networking)) yang memiliki modal social yang kuat maka kita akan mudah mengarahkan dan mengatur (direct) masyarakat serta mudah mentransfer knowledge kepada masyarakat. Dengan memiliki modal social yang kuat maka kita akan dapat menguatkan Knowledge, modal (money), dan people. Konsep ini mengandung arti bahwa konsep pemberdayaan masyarakat adalah Trasfer kekuasaan melalui penguatan modal social kelompok untuk menjadikan kelompok produktif untuk mencapai kesejahteraan social. Modal social yang kuat akan menjamin suistainable didalam membangun rasa kepercayaan di dalam masyarakat khususnya anggota kelompok (how to build the trust).
Oleh karena itu, ide utama pemberdayaan bersentuhan dengan konsep mengenai modal soaial dan kekuasaan. Kekuasaan seringkali dikaitkan dan dihubungkan dengan kemampuan individu untuk membuat individu melakukan apa yang diinginkan, terlepas dari keinginan dan minat mereka. Pada  dasarnya,  pemberdayaan  diletakkan  pada  kekuatan  tingkat  individu  dan sosial (Sipahelut, 2010). Pemberdayaan  merujuk  pada  kemampuan  orang,  khususnya  kelompok  rentan dan lemah sehingga mereka memiliki kekuatan  atau kemampuan dalam (a)  memenuhi  kebutuhan  dasarnya  sehingga  mereka  memiliki  kebebasan  (freedom),  dalam  arti  bukan  saja  bebas  dalam  mengemukakan  pendapat,  melainkan  bebas  dari  kelaparan,  bebas  dari  kebodohan,  bebas  dari  kesakitan;  (b)  menjangkau  sumber-sumber  produktif  yang  memungkinkan  mereka  dapat  meningkatkan  pendapatannya  dan  memperoleh  barang-barang  dan  jasa-jasa  yang  mereka perlukan;  dan  (c)  berpartisipasi  dalam  proses  pembangunan  dan keputusan keputusan yang mempengaruhi mereka (Suharto 2005).
Jimmu, (2008) menyatakan bahwa pengembangan masyarakat tidak hanya sebatas  teori tentang bagaimana mengembangkan daerah pedesaan tetapi memiliki arti yang  kemungkinan perkembangan di tingkat masyarakat. Pembangunan masyarakat seharusnya mencerminkan tindakan masyarakat dan kesadaran atas identitas diri. Oleh karena itu, komitmen untuk pengembangan masyarakat harus mengenali keterkaitan antara individu dan masyarakat dimana  mereka berada. Masyarakat adalah sebuah fenomena struktural dan bahwa sifat struktural dari  kelompok atau masyarakat memiliki efek pada cara orang bertindak, merasa dan berpikir. Tapi  ketika kita melihat struktur tersebut, mereka jelas tidak seperti  kualitas fisik dari dunia luar. Mereka bergantung pada keteraturan  reproduksi sosial, masyarakat yang hanya memiliki efek pada orang-orang sejauh  struktur diproduksi dan direproduksi dalam apa yang orang lakukan. Oleh karena itu pengembangan masyarakat memiliki epistemologis logis dan yang  dasar dalam kewajiban sosial yang individu memiliki terhadap masyarakat yang  mengembangkan bakat mereka.
Adedokun,et all., (2010) menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif akan menimbulkan partisipasi aktif dari anggota masyarakat  dalam pengembangan masyarakat. Ia juga mengungkapkan bahwa ketika kelompok masyarakat yang terlibat dalam strategi komunikasi, membantu  mereka mengambil kepemilikan inisiatif pembangunan masyarakat dari pada melihat diri mereka sebagai penerima manfaat pembangunan. Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan bahwa para pemimpin masyarakat serta agen pengembangan masyarakat harus terlibat dalam komunikasi yang jelas sehingga dapat meminta partisipasi anggota masyarakat dalam isu-isu pembangunannya.
Jimu (2008) menunjukkan bahwa pengembangan masyarakat tidak  khususnya masalah ekonomi, teknis atau infrastruktur. Ini adalah masalah  pencocokan dukungan eksternal yang ditawarkan oleh agen pembangunan pedesaan dengan  karakteristik internal sistem pedesaan itu sendiri. Oleh karena itu, agen pembangunan pedesaan  harus belajar untuk ‘menempatkan terakhir terlebih dahulu’ (Chambers, 1983 dalam jimu,2008). Secara teori, peran  pemerintah pusat dan agen luar lainnya harus menginspirasi inisiatif lokal  bahwa  hal itu meningkatkan kesejahteraan masyarakat (Passmore 1972 dalam jimu,2008). Dalam prakteknya, top-down  perencanaan dan pelaksanaan proyek-proyek pembangunan harus memberi jalan kepada  bottom-up atau partisipasi aktif masyarakat untuk mencapai apa yang disebut ‘pembangunan melalui negosiasi’. Hal ini sesuai Menurut Talcot Parsons (dalam Prijono, 1996:64-65) power merupakan sirkulasi dalam subsistem suatu masyarakat, sedangkan power dalam empowerment adalah daya sehingga empowerment dimaksudkan sebagai kekuatan yang berasal  dari bawah (Bottom-Up).
Shucksmith, (2013) menyatakan pendekatan bottom-up untuk  pembangunan pedesaan (‘didorong dari dalam’, atau kadang-kadang  disebut endogen) berdasarkan pada asumsi bahwa  sumber daya spesifik daerah – alam, manusia dan  budaya – memegang kunci untuk perkembangannya. Sedangkan  pembangunan pedesaan top-down melihat tantangan utamanya  sebagai mengatasi perbedaan pedesaan dan kekhasan melalui promosi keterampilan teknis universal dan  modernisasi infrastruktur fisik, bawah ke atas  Pengembangan melihat tantangan utama sebagai memanfaatkan selisih melalui memelihara khas lokal  kapasitas manusia dan lingkungan itu. Model bottom-up terutama menyangkut mobilisasi sumber daya lokal dan aset.  Artinya, masyarakat  pembangunan harus dianggap bukan sebagai teori pembangunan, tetapi praktek  pembangunan yang menekankan emansipasi dari lembaga yang tidak pantas  dan setiap melemahkan situasi yang mengarah pada perias partisipasi, pengembangan masyarakat harus menjadi mekanisme untuk menarik  kekuatan kolektif anggota masyarakat tertentu – yang terdiri dari laki-laki dan  perempuan, kaya dan miskin, mampu dan cacat, dll – untuk mengubah  di wilayah mereka.
Pemberdayaan ini memiliki tujuan dua arah, yaitu melepaskan belenggu  kemiskinan dan keterbelakangan dan memperkuat posisi lapisan masyarakat dalam struktur kekuasaan. Pemberdayaan  adalah  sebuah  proses  dan  tujuan.  Sebagai  proses,  pemberdayaan  adalah  serangkaian  kegiatan  untuk  memperkuat  kekuasaan  atau  keberdayaan  kelompok  lemah  dalam  masyarakat,  termasuk  individu-individu  yang  mengalami  masalah  kemiskinan.  Sebagai  tujuan,  maka  pemberdayaan  merujuk pada keadaan atau hasil yang ingin dicapai oleh sebuah perubahan sosial;  yaitu  masyarakat  yang  berdaya,  memiliki  kekuasaan  atau  mempunyai  pengetahuan  dan  kemampuan  dalam  memenuhi  kebutuhan  hidupnya  baik  yang  bersifat fisik, ekonomi maupun sosial seperti memiliki kepecayaan diri, mampu  menyampaikan  aspirasi,  mempunyai  mata  pencaharian,  berpartisipasi  dalam  kegiatan sosial, dan mandiri dalam melaksanakan tugas-tugas kehidupannya (Sipahelut, 2010).
Konsep pemberdayaan menurut Friedman (1992) dalam hal ini pembangunan alternatif menekankan keutamaan politik melalui otonomi pengambilan keputusan untuk melindungi kepentingan rakyat yang berlandaskan pada sumberdaya pribadi, langsung melalui partisipasi, demokrasi dan pembelajaran sosial melalui pengamatan langsung. Menurut Chambers, (1995) pemberdayaan masyarakat adalah sebuah konsep pembangunan ekonomi yang merangkum nilai-nilai sosial. Konsep ini mencerminkan paradigma baru pembangunan, yakni yang bersifat “people centred, participatory, empowering, and sustainable”.
Jika dilihat dari proses operasionalisasinya, maka ide pemberdayaan memiliki dua kecenderungan, antara lain : pertama, kecenderungan primer, yaitu kecenderungan proses yang memberikan atau mengalihkan sebagian kekuasaan, kekuatan, atau kemampuan (power) kepada masyarakat atau individu menjadi lebih berdaya. Proses ini dapat dilengkapi pula dengan upaya membangun asset material guna mendukung pembangunan kemandirian mereka melalui organisasi; dan kedua, kecenderungan sekunder, yaitu kecenderungan yang menekankan pada proses memberikan stimulasi,mendorong atau memotivasi individu agar mempunyai kemampuan atau keberdayaan untuk menentukan apa yang menjadi pilihan hidupnya melalui proses dialog ( Sumodiningrat, 2002).
Konsep pemberdayaan menekankan bahwa orang memperoleh ketrampilan, pengetahuan, dan kekuasaan yang cukup untuk mempengaruhi kehidupannya dan kehidupan orang lain yang menjadi perhatiannya (Pearson et al, 1994 dalam Sukmaniar, 2007). Pemahaman mengenai konsep pemberdayaan tidak bisa dilepaskan dari pemahaman mengenai siklus pemberdayaan itu sendiri, karena pada hakikatnya pemberdayaan adalah sebuah usaha berkesinambungan untuk menempatkan masyarakat menjadi lebih proaktif dalam menentukan arah kemajuan dalam komunitasnya sendiri. Artinya program pemberdayaan tidak bisa hanya dilakukan dalam satu siklus saja dan berhenti pada suatu tahapan tertentu, akan tetapi harus terus berkesinambungan dan kualitasnya terus meningkat dari satu tahapan ke tahapan berikutnya (Mubarak, 2010).
Menurut Wilson (1996) terdapat 7 tahapan dalam siklus pemberdayaan masyarakat. Tahap pertama yaitu keinginan dari masyarakat sendiri untuk berubah menjadi lebih baik. Pada tahap kedua, masyarakat diharapkan mampu melepaskan  halangan-halangan atau factor-faktor yang bersifat resistensi terhadap kemajuan dalam dirinya dan komunitasnya. Pada tahap ketiga, masyarakat diharapkan sudah menerima kebebasan tambahan dan merasa memiliki tanggung jawab dalam  mengembangkan dirinya dan komunitasnya. Tahap keempat yaitu upaya untuk mengembangkan peran dan batas  tanggung jawab yang lebih luas, hal ini juga terkait dengan minat dan motivasi  untuk melakukan pekerjaan dengan lebih baik. Pada tahap kelima ini hasil-hasil  nyata dari pemberdayaan mulai kelihatan, dimana peningkatan rasa memiliki yang  lebih besar menghasilkan keluaran kinerja yang lebih baik. Pada tahap keenam  telah terjadi perubahan perilaku dan kesan terhadap dirinya, dimana keberhasilan dalam peningkatan kinerja mampu meningkatkan perasaan psikologis di atas posisi sebelumnya. Pada tahap ketujuh masyarakat yang telah berhasil dalam  memberdayakan dirinya, merasa tertantang untuk upaya yang lebih besar guna  mendapatkan hasil yang lebih baik. Siklus pemberdayaan ini menggambarkan  proses mengenai upaya individu dan komunitas untuk mengikuti perjalanan kearah prestasi dan kepuasan individu dan pekerjaan yang lebih tinggi.
Apabila kita cermati dari serangkaian literature tentang konsep-konsep Pemberdayaan Masyarakat maka konsep pemberdayaan adalah suatu proses yang diupayakan untuk melakukan perubahan. Pemberdayaan masyarakat memiliki makna memberi kekuatan/ daya kepada kumpulan masyarakat yang berada pada kondisi ketidakberdayaan  agar menjadi berdaya dan mandiri serta memiliki kekuatan melalui proses dan tahapan yang sinergis.
Teori Pemberdayaan Masyarakat
Pengertian Teori
Sekumpulan konsep, definisi, dan proposisi yang menyajikan pandangan sistematis melalui pengkhususan hubungan antar variabel dengan tujuan menjelaskan dan meramalkan/menduga. Teori pemberdayaan masyarakat memberikan petunjuk apa yang sebaiknya dilakukan di dalam situasi tertentu.  Teori dapat dalam bentuk luas atau ringkas mengenai pola pola interaksi dalam masyarakat
atau menggambarkan pola yang terjadi dalam situasi tertentu (contoh : masyarakat, organisasi, atau kelompok populasi tertentu).
Sebuah teori dalam pemberdayaan masyarakat dapat ditemukan atau diungakp menggunakan 2 pendekatan. Pendekatan pertama yaitu Deductive Theory Construction yaitu teori yang sudah ada atau ditemukan diawal kemudian dilakukan penelitian pemberdayaan pada masyarakat. Pendekatan kedua yaitu Konstructive theory yaitu teori yang belum ada atau masih di duga dan untuk menyusunnya dilakukan penelitian pemberdayaan pada masyarakat.
Peranan Teori
Teori dalam praktek pemberdayaan masyarakat menggambarkan distribusi kekuasaan dan sumberdaya dalam masyarakat, bagaimana fungsi fungsi organisasi dan bagaimana sistem dalam masyarakat mempertahankan diri. Teori di dalam pemberdayaan masyarakat mengandung hubungan sebab dan pengaruh yang harus dapat di uji secara empiris.
Hubungan sebab dan akibat/outcome yang terjadi karena kejadian/aksi tertentu akan dapat memunculkan jenis intervensi yang dapat digunakan oleh pekerja sosial/LSM dalam memproduksi outcome. Dalam kerja sosial (social work), kita dapat menggunakan teori untuk menentukan jenis aksi/kegiatan atau intervensi yang dapat digunakan untuk memproduksi outcome/hasil. Pada umumnya beberapa teori digabung untuk memproduksi model outcome.
Teori Pemberdayaan
1. Teori Ketergantungan Kekuasaan (power-dependency)
Power merupakan kunci konsep untuk memahami proses pemberdayaan. Pemikiran modern tentang kekuasaan dimulai dalam tulisan-tulisan  dari Nicollo Machiavelli ( The Prince , awal abad ke-16) dan Thomas Hobbes ( Leviathan abad, pertengahan-17). Tujuan dari kekuasaan adalah untuk mencegah kelompok dari  berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan dan juga untuk  memperoleh persetujuan pasif kelompok ini untuk situasi ini.  Power merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari interaksi sosial. Kekuasaan  adalah fitur yang tidak terpisahkan dari kehidupan sosial. Hal ini selalu menjadi bagian dari  hubungan, dan tanda-tanda yang dapat dilihat bahkan pada tingkat interaksi mikro (Sadan, 1997).
Lebih lanjut (Abbot, 1996:16-17) menyatakan bahwa pengembangan masyarakat perlu memperhatikan kesetaraan (equality), konflik dan hubungan pengaruh kekuasaan (power relations) atau jika tidak maka tingkat keberhasilannya rendah. Setelah kegagalan teori modernisasi muncul teori ketergantungan, dimana teori ketergantungan pada prinsipnya menggambarkan adanya suatu hubungan antar negara yang timpang, utamanya antara negara maju (pusat) dan negara pinggiran (tidak maju). Menurut Abbot (1996: 20) dari teori ketergantungan muncul pemahaman akan keseimbangan dan kesetaraan, yang pada akhirnya membentuk sebuah pemberdayaan (empowerment) dalam partisipasi masyarakat dikenal sebagai teori keadilan.
Sebagai contoh : Teori “ketergantungan-kekuasaan” (power-dependency) mengatakan kepada kita bahwa pemberi dana (donor) memperoleh kekuasaan dengan memberikan uang dan barang kepada masyarakat yang tidak dapat membalasnya.  Hal ini memberikan ide bahwa lembaga/organisasi (non profit organization) /LSM sebaiknya tidak menerima dana dari hanya satu donor jika ingin merdeka/bebas.
Pada konteks pemberdayaan maka teori ketergantungan dikaitkan dengan kekuasaan yang biasanya dalam bentuk kepemilikan uang/modal. Untuk mencapai suatu kondisi berdaya/ kuat/mandiri, maka sekelompok masyarakat harus mempunyai keuangan/ modal yang kuat. Selain uang/modal, maka ilmu pengetahuan/ knowledge dan aspek people/sekumpulan orang/ massa yang besar juga harus dimiliki agar kelompok tersebut mempunyai power. Kelompok yang memiliki power maka kelompok itu akan berdaya.
2. Teori Sistem (The Social System)
Talcott Parsons (1991) melahirkan teori fungsional tentang perubahan. Seperti para pendahulunya, Parsons juga menganalogikan perubahan sosial pada masyarakat seperti halnya pertumbuhan pada mahkluk hidup. Komponen utama pemikiran Parsons adalah adanya proses diferensiasi. Parsons berasumsi bahwa setiap masyarakat tersusun dari sekumpulan subsistem yang berbeda berdasarkan strukturnya maupun berdasarkan makna fungsionalnya bagi masyarakat yang lebih luas. Ketika masyarakat berubah, umumnya masyarakat tersebut akan tumbuh dengan kemampuan yang lebih baik untuk menanggulangi permasalahan hidupnya. Dapat dikatakan Parsons termasuk dalam golongan yang memandang optimis sebuah proses perubahan.
Parsons (1991) menyampaikan empat fungsi yang harus dimiliki oleh sebuah sistem agar mampu bertahan, yaitu :
  1. Adaptasi, sebuah sistem hatus mampu menanggulangu situasi eksternal yang gawat. Sistem harus dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan.
  2. Pencapaian, sebuah sistem harus mendefinisikan dan mencapai tujuan utamanya.
  3. Integrasi, sebuah sistem harus mengatur hubungan antar bagian yang menjadi komponennya. Sistem juga harus dapat mengelola hubungan antara ketiga fungsi penting lainnya.
  4. Pemeliharaan pola, sebuah sistem harus melengkapi, memelihara dan memperbaiki motivasi individual maupun pola-pola kultural yang menciptakan dan menopang motivasi.
Apabila dimasukka dalam aspek pemberdayaan masyarakat, maka teori system social ini mengarah pada salah satu kekuatan yang harus dimiliki kelompok agar kelompok itu berdaya yaitu memiliki sekumpulan orang/massa. Apabila kelompok itu memiliki massa yang besar dan mampu bertahan serta berkembang menjadi lebih besar maka kelompok itu dapat dikatakan berdaya.
3. Teori Ekologi (Kelangsungan Organisasi)
Organisasi merupakan sesuatu yang telah melekat dalam kehidupan kita, karena kita adalah makhluk sosial. Kita hidup di dunia tidaklah sendirian, melainkan sebagai manifestasi makhluk sosial, kita hidup berkelompok, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Struktur organisasi merupakan kerangka antar hubungan satuan-satuan organisasi yang didalamnya terdapat pejabat, tugas serta wewenang yang masing-masing mempunyai peranan tertentu. Struktur organisasi akan tampak lebih tegas apabila dituangkan dalam  bentuk bagan organisasi.
Seseorang  masuk  dalam  sebuah  organisasi  tentu  dengan  berbagai  alasan  karena  kelompok  akan  membantu  beberapa  kebutuhan  atau  tujuannya  seperti  perlindungan,  cinta  dan  kasih  sayang,  pergaulan,  kekuasaan,  dan  pemenuhan  sandang  pangan.  Berbagai  tujuan  tersebut  memperlihatkan  bahwa  kehidupan  saling  pengaruh  antar  orang  jauh  lebih  bermanfaat  daripada  kehidupan  seorang  diri.  Seseorang  pada  umumnya  mempunyai kebutuhan yang bersifat banyak yang menginginkan dipenuhinya  lebih  dari  satu  macam  kebutuhan,  sehingga  keberadaan  kelompok  merupakan suatu keharusan.
Menurut  Lubis  dan  Husaini  (1987)  bahwa  teori  organisasi  adalah  sekumpulan ilmu pengetahuan  yang membicaraan mekanisme kerjasama dua  orang  atau  lebih  secara  sistematis  untuk  mencapai  tujuan  yang  telah  ditentukan.  Teori  organisasi  merupakan  sebuah  teori  untuk  mempelajari  kerjasama  pada  setiap  individu.  Hakekat  kelompok  dalam  individu  untuk  mencapai tujuan beserta cara-cara yang ditempuh dengan menggunakan teori  yang  dapat  menerangkan  tingkah  laku,  terutama  motivasi,  individu  dalam  proses kerjasama. Pada teori ekologi, membahas tentang organisasi sebagai wadah untuk sekumpulan masyarakat dengan tujuan yang sama agar tertatur, jelas, dan kuat. Orientasi organisasi mengacu pada sekumpulan orang/massa yang harus dimiliki kelompok untuk dapat memiliki power/daya. Kelompok yang memiliki organisasi dengan kuat dan berkelanjutan maka kelompok ini dikatakan berdaya.