Selasa, 20 September 2022

Budi Luhur itu Seperti Filsafat Air

 *Budi luhur itu seperti sifat air*


Tahukah bagaimana perjalanan air menuju ke tempat tujuan? Artikel ini akan menceritakannya. 


Air awalnya tersembunyi di tempat yang sangat tinggi, kemudian dia turun menuju tujuan dengan mengalir di tempat yang lebih rendah. 


Kisah perjalanan air, banyak pelajaran yang dapat di petik hikmahnya untuk bekal sebuah kehidupan. Air kapan dia  mulai keluar dari tempatnya. Namun air berjalan dengan  perlahan menuju laut dengan penuh rintangan, tetapi dapat melayani siapapun dalam perjalanan. Entah berapa hari, berapa minggu, berapa bulan berapa tahunan bahkan puluhan tahun air berjalan sampai ketempat tujuan. 


 Dia untuk mencapai tujuan tak terburu-buru, jalan dengan tenang, sabar, gigih,disiplin tapi pasti. Air harus melewati berbagai rintangan dan keadaan, baik suka dan menderita. Air juga melayani dan menikmati dalam perjalanan yang jauh. 


Tanpa terasa dan tidak dirasakan air  mampu memberi kehidupan bagi manusia bahkan dapat melayani seluruh kehidupan di alam  jagat raya. 


 Sepanjang perjalanannya  air mengalami berbagai peristiwa, suka duka dan bahkan menderita. Air bertemu benda yang  berbau harum, benda yang bau busuk, ketemu bangkai, kotoran dan limbah.Tetapi air juga dapat mensucikan segala najis. Bahkan keberadaan air sangat menentukan, karena tanpa air manusia tidak bisa hidup. 


Namun Air tetap berwujud air, dia tidak pernah berubah apa lagi sombong. Tujuannya hanya satu ingin menuju laut.


 Dengan kelenturannya, air mampu mengisi berbagai kekosongan disekitarnya.  Air bisa juga berubah jadi embun,  membasahi tanah tanpa perlu membuatnya becek.  Air juga dapat mengusap wajah dengan lembut tanpa orang itu menyadari kehadirannya. 


 Walau sosoknya terlihat lembut, sejatinya air sangatlah tangguh. Ia tidak bisa ditebas,  di ikat ataupun  dibelah .Bila  air menjumpai halangan sesuatu, air  terdiam sesaat.  Kemudian dengan kesabaran dan kehalusannya yang nyaris tidak terlihat, air meresap dan menembus keberbagai sisi yang menghalangi.


Air juga dapat menembus tanah dan lolos secara diam-diam melewati penghalangnya. Yang jelas, air tidak pernah  kembali kepuncak  gunung karena menghadapi rintangan.


  *Saudaraku*

Mungkin Itu gambaran BUDI LUHUR di diajarkan kepada kita sebagai orang imam, yang tidak pernah berhenti sepanjang hayat. Karena budi luhur sejatinya ada, tapi dianggap tidak ada,  dan di rasakan hasilnya tapi tidak diperlukan beradaannya.


 Budi luhur  sangat dibutuhkan dalam kehidupan, namun dia tidak perlu mendapat pengakuan. Lihatlah falsafah air, walau AIR sangat dibutuhkan, tapi orang sengaja menghilangkan kata Air di depannya, jika hal itu untuk kebaikan, misalnya : segelas kopi, secangkir susu, segelas teh, wedang jahe, STMJ dan seterusnya.


Dan Sebaliknya untuk hal-hal yang negatif dan jelek, AIR selalu kita ikutkan misalnya : air bah, air comberan, air liur, air kencing dan lain sebagainya. 


Air terkadang  dilupakan orang,  karena air  bersifat lembut. Tetapi air kalau sudah marah mampu mendobrak apapun yang menghalangi. Misalnya terjadinya bencana TSUNAMI, banjir bandang, tanah longsor dan sebagainya. 


Walaupun terkadang  melawan keadaan, tapi air mengutamakan bersikap bijak dan sabar. 


Maka jangan terpancing untuk selalu “melayani” pihak yang selalu merintangi.Carilah  solusi lain seperti air menembus bebatuan tanpa menyakiti. Hingga musuhmu masih menyangka telah berhasil menghalangi perjuangan kamu, padahal engkau terus bergerak menuju tujuan yang mulya. 


Maka jika perjalanan AIR tak pernah berhenti ketika belum mencapai LAUT. Maka Perjuangan Ibadah orang Iman, selesai ketika berhasil mati khusnul khotimah hingga bertemu SURGA yang menanti.Amiiin.


Jika artikel ini bermanfaat, amal sholeh di shere ke orang lain. 


Kota Baru Driyorejo-Gresik, 21/9/2022.

Di tulis oleh Sarpan Miftahul Huda bin Mbah Man. 

Sumber dari medsos yang sudah di olah.

Senin, 12 September 2022

Bagi kita yang berusia Tua.

 Renungan Bagi Usia Tua. 


Jika usia kita saat ini sudah mencapai 60 tahun, dan andai kita dapat hidup hingga 80 tahun, itu hanya tinggal sekitar 20 tahun lagi. Dan hari yang tersisa  rawatlah dan dijagalah supaya tetap sehat hingga ajal menjemput. 


Sahabat perhatikan lah, waktu 20  tahun  tidaklah lama. 

 Karena hari yang tersisa tinggal sebentar lagi, maka manfaatkan dengan baik dan maksimal. Untuk ibadah: mendekatkan diri ke masjid, berbuat baik dengan keluarga, tetangga, sahabat dan sesama. Dan jangan menganggurkan diri, tetap beraktivitas. 


Yang hobi menulis tulislah apa yang kita alami, kita dengan dan kita lihat. Yang hobi beternak, bercocok tanam, berdagang lanjutkan. Selagi masih bisa dan jangan melihat hasilnya tapi lihatlah bahwa apa yang kita kerjakan di usia tua masih bermanfaat bagi orang lain. 


Dan jangan terlalu perhitungan dengan Uang, jika  memang harus dikeluarkan keluarkanlah,

apa yang dapat dinikmati nikmatilah. 


Jika memiliki niat untuk melakukan amal kebaikan lakukanlah segera.jika ingin sodakoh lakukanlah. Ingat ketika ada anak adam wafat, semua amalan terputus kecuali ada tiga perkara : ilmu yang bermanfaat, amal jariah dan anak yang sholeh yang selalu mendoakan kita. 


Tidak usah terlalu banyak memikirkan urusan anak-anak apalagi 

 cucu, mereka sudah kita didik, kita sekolahkan. Cucu bukan tanggungan kita, apa lagi setiap jiwa yang lahir membawa riski  masing-masing. Maka jangan pernah kuatir, kekuatiran tidak ada manfaatnya bagi kita, bahkan akan menjadi bibit penyakit pada kita sendiri. 


Jangan biarkan mereka mengganggu kita disaat, usia kita. Jaga lah kesehatan, ketenangan, pola makan, pola pikir dan pola hidup. 


Jangan terlalu banyak berharap pada anak² kita.

Anak yang berbakti, memiliki niat untuk berbakti. 

Tetapi karena pekerjaannya terlalu sibuk, apalagi bekerja di luar kota, maka tidak juga akan dapat membantu kita.


Jika kita yang berusia 65 -70 tahun, jangan lagi menukarkan kesehatan kita dengan benda lain, 

karena saat ini, 

belum tentu kita dapat membeli kesehatan dengan harta kita. 


Stop mikir mencari uang, tapi juga jangan diam tetap ada kegiatan yang bermanfaat. Tetap mencari rizki, walaupun tidak maksimal. Banyak kerja sosial yang penting hasilnya bermanfaat bagi orang lain. 


Ini yang Lebih Penting, 

Kita harus menjalani hidup ini dengan bahagia serta gembira, meskipun 

setiap orang mempunyai problem 

rumah tangga masing-masing. 


Kita jangan lagi 

Pernah berebut jabatan dan kedudukan dengan orang lain, dan jangan pernah memikirkan bagaimana masa depan anak cucu kita karena mereka sudah bisa mengurus dirinya sendiri. 


Tetapi harus belajar dengan orang lain  tanpa harus malu, karena kita sudah tua hidup tidak terlalu lama. Lihatlah orang lain bisa rido, iklas, selalu tekun ibadah, tidak sombong, berbuat tanpa pamrih,tidak pamer, selalu mengalah, selalu rela memaafkan orang lain dan bijak. 


Untuk hal yang tidak mampu kita ubah, janganlah terlalu dicemaskan, karena cemas juga tidak ada gunanya, malah akan mempengaruhi kesehatan diri sendiri. 


Memiliki semangat yang tinggi, penyakit dapat disembuhkan. 

Suasana hati harus selalu yang gembira.


Olahraga diwajibkan untuk jantung sehat seperti : senam ringan, jalan pagi, bersepeda, lebih dianjurkan lagi bersifat permainan seperti pingpong, bulutangkis, dan sering terkena sinar matahari. 


Makan jenis makanan yang beragam (perbanyak sayuran & buah²an), menyerap ber-macam² vitamin & sedikit elemen logam yang seimbang, dan

minum jenis minuman yg memberikan nuansa rileks seperti : kopi, teh, hot chocolate dan seterusnya.


Dengan demikian diharapkan dapat tetap hidup sehat sampai 20, 30 tahun lagi jika Tuhan mengijinkan. 


Semoga artikel ini bermanfaat. 

KBD, 12/9/2022.

Di tulis oleh Sarpan Miftahul Huda. 

Sumber dari medsos yang di olah.

Contax person : 081234425551