*Budi luhur itu seperti sifat air*
Tahukah bagaimana perjalanan air menuju ke tempat tujuan? Artikel ini akan menceritakannya.
Air awalnya tersembunyi di tempat yang sangat tinggi, kemudian dia turun menuju tujuan dengan mengalir di tempat yang lebih rendah.
Kisah perjalanan air, banyak pelajaran yang dapat di petik hikmahnya untuk bekal sebuah kehidupan. Air kapan dia mulai keluar dari tempatnya. Namun air berjalan dengan perlahan menuju laut dengan penuh rintangan, tetapi dapat melayani siapapun dalam perjalanan. Entah berapa hari, berapa minggu, berapa bulan berapa tahunan bahkan puluhan tahun air berjalan sampai ketempat tujuan.
Dia untuk mencapai tujuan tak terburu-buru, jalan dengan tenang, sabar, gigih,disiplin tapi pasti. Air harus melewati berbagai rintangan dan keadaan, baik suka dan menderita. Air juga melayani dan menikmati dalam perjalanan yang jauh.
Tanpa terasa dan tidak dirasakan air mampu memberi kehidupan bagi manusia bahkan dapat melayani seluruh kehidupan di alam jagat raya.
Sepanjang perjalanannya air mengalami berbagai peristiwa, suka duka dan bahkan menderita. Air bertemu benda yang berbau harum, benda yang bau busuk, ketemu bangkai, kotoran dan limbah.Tetapi air juga dapat mensucikan segala najis. Bahkan keberadaan air sangat menentukan, karena tanpa air manusia tidak bisa hidup.
Namun Air tetap berwujud air, dia tidak pernah berubah apa lagi sombong. Tujuannya hanya satu ingin menuju laut.
Dengan kelenturannya, air mampu mengisi berbagai kekosongan disekitarnya. Air bisa juga berubah jadi embun, membasahi tanah tanpa perlu membuatnya becek. Air juga dapat mengusap wajah dengan lembut tanpa orang itu menyadari kehadirannya.
Walau sosoknya terlihat lembut, sejatinya air sangatlah tangguh. Ia tidak bisa ditebas, di ikat ataupun dibelah .Bila air menjumpai halangan sesuatu, air terdiam sesaat. Kemudian dengan kesabaran dan kehalusannya yang nyaris tidak terlihat, air meresap dan menembus keberbagai sisi yang menghalangi.
Air juga dapat menembus tanah dan lolos secara diam-diam melewati penghalangnya. Yang jelas, air tidak pernah kembali kepuncak gunung karena menghadapi rintangan.
*Saudaraku*
Mungkin Itu gambaran BUDI LUHUR di diajarkan kepada kita sebagai orang imam, yang tidak pernah berhenti sepanjang hayat. Karena budi luhur sejatinya ada, tapi dianggap tidak ada, dan di rasakan hasilnya tapi tidak diperlukan beradaannya.
Budi luhur sangat dibutuhkan dalam kehidupan, namun dia tidak perlu mendapat pengakuan. Lihatlah falsafah air, walau AIR sangat dibutuhkan, tapi orang sengaja menghilangkan kata Air di depannya, jika hal itu untuk kebaikan, misalnya : segelas kopi, secangkir susu, segelas teh, wedang jahe, STMJ dan seterusnya.
Dan Sebaliknya untuk hal-hal yang negatif dan jelek, AIR selalu kita ikutkan misalnya : air bah, air comberan, air liur, air kencing dan lain sebagainya.
Air terkadang dilupakan orang, karena air bersifat lembut. Tetapi air kalau sudah marah mampu mendobrak apapun yang menghalangi. Misalnya terjadinya bencana TSUNAMI, banjir bandang, tanah longsor dan sebagainya.
Walaupun terkadang melawan keadaan, tapi air mengutamakan bersikap bijak dan sabar.
Maka jangan terpancing untuk selalu “melayani” pihak yang selalu merintangi.Carilah solusi lain seperti air menembus bebatuan tanpa menyakiti. Hingga musuhmu masih menyangka telah berhasil menghalangi perjuangan kamu, padahal engkau terus bergerak menuju tujuan yang mulya.
Maka jika perjalanan AIR tak pernah berhenti ketika belum mencapai LAUT. Maka Perjuangan Ibadah orang Iman, selesai ketika berhasil mati khusnul khotimah hingga bertemu SURGA yang menanti.Amiiin.
Jika artikel ini bermanfaat, amal sholeh di shere ke orang lain.
Kota Baru Driyorejo-Gresik, 21/9/2022.
Di tulis oleh Sarpan Miftahul Huda bin Mbah Man.
Sumber dari medsos yang sudah di olah.