1.BURUNG HANTU YANG
JAHAT
Oleh: Sarpan Miftahul
Huda
Pada suatu hari ada seekor burung hantu
yang mau bertelur dia minta pada suaminya untuk dibuatkan rumah ” Hai suamiku
tolong aku buatkan rumah untuk tempat bertelur”. Kata induk nya. Pejantannya menjawab. ” begini bukan suamimu ini tidak mau membuatkan rumah untuk
kamu, tetapi mana mungkin aku membutkan rumah kamu! Karena kita ini burung yang paling ditakuti oleh
manusia. Buktinya dimana kita berada pasti di usir oleh manusia, karena bentuk
tubuh kita menakutkan, kemudian burung
betina berpikir sejenak.” Gimana kalau telur aku dititipkan ke rumah burung
yang lain”. Wah cerdas kamu istriku, ”
jawab burung hantu pejantan”. Mari kita
cari rumah teman kita kata betinanya.
Maka terbanglah kedua burung jantan dan
betina mengelilingi hutan dan kampung, akhirnya dari atas dia menemukan pohon besar
di pinggir hutan. Kemudian dia turun dan menemukan rumah burung yang sedang tidak ada penghuninya tapi
sudah ada telurnya. Karena sang betina sudah tidak tahan lagi ingin bertelur,
maka dia berkata.” Suamiku aku! Aku sudah tidak tahan lagi tolong jaga diatasku
nanti jika ada induk burung kesini kamu beritahu aku”, baiklah kata burung hantu pejantan. Dengan waktu
singkat kemudian induk burung hantu sudah mengeluarkan telurnya dan dia
berkata” Suamiku aku sudah melahirkan, calon anak kita satu, semoga dia nanti baik-baik saja yuk kita
berangkat lagi”, kata dia.
Tidak lama kemudian datanglah induk
burung gagak dan penjantannya, karena dia tidak mengitung telurnya maka dia
langsung mengakreminya.Dia tidak sadar bahwa telurnya bertambah satu, sehingga
yang diangkremi menjadi tiga.Induk burung gagak begitu sayang dengan calon
anaknya, maka dia tidak pernah turun
dari sarang kecuali hanya sekedar meluruskan kaki. Hari berganti hari tanpa
terasa, akhirnya sudah 21 hari dan saat itulah anaknya menetas dari telurnya.
Semua menetas dengan selamat ada tigas ekor bayi yang baru lahir, alangkah
bahagianya kedua suami istri melihat anaknya lahir dengan selamat. Induknya
berkata, “ suamiku anak kita tiga, kita beri nama noni,ica dan dodi ya !”.” Wah nama bagus
itu saya setuju”, kata suaminya.
Anak burung ada yang aneh, bentuknya, struktur tubuhhnya serta warna bulunya.
Induk gagak berkata kepada pejantannya,”
suamiku anak kita tiga bentuknya kok
tidak sama ya? yang dua berwarna hitam seperti kita sedangkan yang satu bulunya
berwarna-warni”. “ Tenang istriku jangan buruk sangka perbedaan ini adalah
pemberian tuhan yang perlu kita syukuri”, kata suaminya. Tolong walaupun anak
kita sudah lahir tapi kamu semetara tidak boleh keluar dulu, aku yang mencari
makanan. Setelah anaknya kita sudah besar membutuhkan makanan banyak sehingga kamu
harus membantu mencari makanan.
Semakin lama perbedaan antara Noni, Ica dan Dodi semakin kelihatan
dan menyolok, Noni dan Ica semakin mirip dengan induknya sedangkan Dodi berbeda,
badannya kuat, paruhnya besar dan tenaganya sangat kuat. Dan yang paling
menyedihkan makanan saudaranya selalu direbut untuk dihabiskan. Kasihan Noni
dan Ica selalu kalah rebutan makanan, bahkan makanan sudah dimulut tetap
direbutnya.Induk dan pejantan hanya bengong melihat perilaku anaknya yang aneh
itu. Tetapi tidak dirisaukan apalagi pejantannya selalu menyuruh sabar
istrinya.
Pada suatu hari hujan tidak henti-henti
sehingga kedua induk mencari makanan agak kesulitan, sampai sore hari baru
dapat makanan. Akibatnya ketiga anak kelaparan dan kehausan, mereka menangis dari siang hingga sore. Maka
peristiwa tragis terjadi Dodi tidak
tahan lagi menahan lapar sehingga anak burung gagak dilahapnya satu demi satu
hingga ludes. Alangkah kagetnya ketika kedua induk gagak datang , ” suamiku anak kita yang dua kemana?”. Induknya menangis histeris, karena
sedih tercampur kuatir jika kedua
anaknya terjadi sesuatu”. Pejantannya juga mengalami hal yang sama, dia
mencari dan memanggil kedua anaknya tapi hasilnya nihil tidak diketemukan.
Kemudian sambil menagis Tanya pada Dodi!,
“Dod saudaramu kemana?”. “Begini kejadiannya ibu! tadi ada burung besar datang
kesini, mereka lapar kemudian Noni dan Ica dimakan, sedangkan saya lari dan
menyembunyikan diri”. Mengapa ayah dan ibu
mencari makan lama sekali, coba kalau saya tidak lari juga sudah dimakan
habis oleh burung jahat itu. Kemudian seketika induk burung gagak itu pingsan
tidak menyadarkan diri, sedangkan pejantannya langsung membopong dan memberi
pertolongan serta menasehati. Setelah sadar
sang induk gagak mengakui, memang
yang salah saya nak. Saya salah maafkan ibu nak, mengapa aku mencari makanan lama sekali. Kemudian
ditimpali oleh suaminya sudah istriku, ini adalah takdir dari yang kuasa.
Sekarang anak kita tinggal satu kita rawat bersama.
Hari-hari dilalui dengan hati yang
sangat sedih tiada hari tanpa menangis jika mengingat lucunya Noni dan Ica. Tetapi
dia berusaha iklas menerima takdir, walaupun airmatanya tetap keluar tanpa
dapat di bendung. Berjalannya waktu tanpa
disadari sekarang Dodi sudah besar dan kuat, bahkan dia sekarang sudah mulai belajar terbang di sekitar rumahnya,
dia tumbuh subur cekatan tetapi agak
menakutkan. Sebab matanya seperti mata hantu, apalagi jika bersuara
persis suara hantu. Tetapi keanehan ini tanpa dihiraukan oleh kedua induk burung gagak
itu, “bagaimanapun dia adalah anak kita”, kata pejantanya.
Pada suatu hari datanglah induk dan
pejantan burung hantu yang menghampiri Dodi, dia menyapa, “ hallo selamat pagi anakku”. Kata induk
burung hantu, alangkah kagetnya dodi yang sedang berjemur dan latihan terbang.”
Kamu siapa berani mengaku ibu saya”, “aku burung hantu ibu kamu”. Tidak aku
sudah punya ibu..mulai kecil aku diberimakan oleh ibuku, kamu bukan ibu saya,
pergi kamu”. “ Sebentar nak, cobalah lihat kaki kamu, paruh kamu, bulu kamu
samakan dengan ibu ini! Sama bukan?. Dan sekarang coba ingat-ingat bentuk burung gagak yang kamu
anggap ibumu, pasti tidak sama dengan kamu! Ya kan?. Setelah Dodi berpikir
sebentar, memang benar yang dikatakan ibu, kemudian dodi merangkul ibunya.Ya
buk benar aku percaya yang diceritakan itu benar. Kemudian induk burung hantu
menceritakan dulu saat akan bertelur ibuknya tidak dibuatkan rumah sama ayah
kamu, sehingga aku titipkan telurku ke induk burung gagak paham kamu?, “ ya buk
ayo kita pergi nanti ketahuan sama ibuku yang merawatku”.
Sebelum burung hantu pergi datanglah
burung gagak, alangkah terkejutnya dia.” Hai kamu siapa, jangan rebut anakku”
sepontan dijawab oleh induk hantu, ” yang merebut anakmu siapa? Ini anak saya
sendiri”. Tidak dodi anakku yang mengerami aku yang membesarkan aku jangan
ambil, kemudian Dodi menjawab,” aku
bukan anak kamu, aku anaknya burung hantu, kamu ibu yang bodoh aku sering kelaparan. Maka anak
kamu aku makan”. “ Apa? Noni dan Ica
kamu makan?”, ya dia hilang bukan dimakan burung, tapi aku makan karena perutku lapar”. Ya tuhan
kamu jahat, kamu tega, kebaikan selama ini kamu balas dengan kejahatan, induk gagak tidak kuat menahan sedih sehingga
di pingsan tidak menyadarkan diri. Sementara burung hantu dan anaknya dengan cepat terbang meninggalkan
burung gagak yang sedang pinsan.
Peristiwa yang mengerikan, pagi harinya
anak burung hantu, yang masih piyik dan belum memahami wilayah itu sedang senang-senang. Latihan terbang dengan
induknya di pohon kuburan tepi kampung, tetapi ternyata orang kampung sudah
lama, mencari-carinya. Karena burung hantu yang sangat mengganggu warga
sekitar, terutama anak-anak kecil yang sangat ketakutan jika mendengar burung
hantu itu. Tanpa di sadari orang kampung sudah siap untuk menangkap mereka, dan
bruuuk jala sudah ada diatasnya.” Kamu aku tangkap dan aku sate rame-rame
karena membuat anak kecil ketakutan”. Maka habislah riwayatnya anak burung hantu yang jahat
mendapatkan balasannya.
Hikmah cerita ini adalah:
Selicik-liciknya perbuatan jahat, akhirnya akan mendapat pembalasan.
Cerita fable ini bersumber dari
Internet yang sudah di olah kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar